Bapeltan Soropadan Jateng Latih 30 Petani Milenial di Tegal, Ini Targetnya

Selasa, 5 Mei 2026 | 22.32 WIB
Petani milenial Tegal
Sebanyak 30 peserta mengikuti Bimtek Petani Milenial dan P4S Angkatan III di Gedung PKK Kabupaten Tegal selama tiga hari, 5-7 Mei 2026.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) Kabupaten Tegal bersinergi dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Soropadan, Jateng, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Petani Milenial

SLAWI, puskapik.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) Kabupaten Tegal bersinergi dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Soropadan, Jateng, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Petani Milenial dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Angkatan III.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung PKK Slawi ini resmi dibuka pada Selasa, 5 Mei 2026.

Acara dihadiri Kepala Bapeltan Soropadan, Novita Luh Widiyastuti, Plt Kepala Dinas KPTan Kabupaten Tegal Endro Nor Susilo, serta Kabid Sarana Pertanian, Abdul Syakur.

Baca Juga: Speling Jadi Solusi, Pemkab Kendal Kejar Kesenjangan Akses Dokter Spesialis

Sebanyak 30 peserta pilihan dari 18 kecamatan mengikuti pelatihan intensif yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis, 7 Mei mendatang.

Kepala Bapeltan Soropadan, Novita Luh Widiyastuti, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Data menunjukkan populasi petani masih didominasi Generasi X (42,01%) dan Baby Boomers (35,37%), sementara porsi Generasi Milenial baru menyentuh angka 18,78%.

"Harapannya, panjenengan semua yang hadir di sini bisa menjadi duta-duta pertanian. Pertanian harus diisi oleh anak muda dengan semangat inovasi. Kita ingin mendukung swasembada pangan yang masuk dalam visi misi Gubernur Jawa Tengah dan Asta Cita Presiden," ujar Novita.

Selain SDM, ancaman fenomena alam "El Nino Godzilla" juga menjadi pembahasan.

Novita mengajak para petani untuk lebih bijak dalam pengelolaan air dan menggalakkan penghijauan.

"Pertanian adalah pengguna air, sementara sumbernya dikelola oleh BBWS dan PU. Maka, penggunaan air harus dilakukan secara efektif dan efisien," tambahnya.

Transformasi Pertanian Modern

Sementara itu, Plt Kepala Dinas KPTan Kabupaten Tegal, Endro Nor Susilo, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda dalam transformasi pertanian modern.

Endro menegaskan bahwa profesi petani kini sangat menjanjikan dan tidak kalah sukses dengan profesi ASN, TNI, maupun Polri.

Endro juga membawa kabar baik mengenai potensi lokal Tegal.

Ia mengungkapkan bahwa PT Djarum mulai melirik tembakau dari Kabupaten Tegal yang kualitasnya dinilai lebih unggul dan merata dibandingkan daerah lain.

"Jika ini terus dikembangkan, tembakau kita akan segera booming. Begitu juga dengan potensi Kopi Batumirah," jelasnya.

Selama tiga hari, peserta akan dibekali berbagai materi strategis, di antaranya konsep sistem pertanian terpadu (integrated farming system), model sistem pengelolaan terpadu lele dan komoditas hortikultura, model sistem pengelolaan terpadu budidaya kambing/domba terintegrasi mendukung pertanian organik berkelanjutan.

Baca Juga: Bisnis Tanah Kaveling di Tegal Dibatasi Perda Penanaman Modal, Ini Alasannya

Kemudian smart farming dan implementasinya, peternakan ayam petelur dengan konsep integrated farming dan wisata hijau, serta budidaya udang dan ikan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Pada hari terakhir akan disampaikan materi pertanian berkelanjutan , dari tanam ke pasar: strategi agribisnis melon yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Endro juga berpesan agar bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dikelola dengan baik oleh kelompok tani.

"Alsintan modern harus dirawat dan dioperasionalkan secara mandiri agar seluruh kelompok bisa merasakan manfaatnya, bukan untuk kepentingan pribadi," tegas Endro.

Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas para petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik, efektif, dan berkelanjutan.

Diharapkan melalui kegiatan ini kualitas serta produktivitas semakin meningkat.***

Artikel Terkait