Ruwat Bumi Guci 2026, Wabup Tegal Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan

Rabu, 17 Juni 2026 | 11.41
Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid
Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid memberikan sambutan dalam kegiatan Ruwat Bumi Guci 2026. (Dok.Prokompim Pemkab Tegal)

Pemkab Tegal menggelar puncak acara adat Ruwat Bumi Guci Tahun 2026 di kawasan wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Selasa 16 Juni 2026 berlangsung meriah

BUMIJAWA, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar puncak acara adat Ruwat Bumi Guci Tahun 2026 di kawasan wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Selasa 16 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus ikhtiar bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung kebangkitan sektor pariwisata Guci pascabencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, unsur TNI dan Polri, kepala perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku wisata, serta masyarakat setempat.

Baca Juga: Terjaring Razia di Pemalang, 17 PSK Dikirim ke Panti Rehabilitasi Solo

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni dalam laporannya menyampaikan bahwa Ruwat Bumi Guci merupakan tradisi budaya yang terus dilestarikan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan keberkahan yang diberikan kepada masyarakat.

Selain sebagai pelestarian budaya, kata Uwes Qoroni, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya kawasan resapan air di wilayah Guci.

“Melalui Ruwat Bumi ini, kita memperkuat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan hidup serta melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur,” ujar Uwes.

Prosesi Ruwat Bumi Guci 2026

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Ruwat Bumi Guci 2026 telah dimulai sejak 12 Juni 2026 dengan berbagai agenda, antara lain aksi pelestarian lingkungan melalui kegiatan Nandur Kekayon, Festival Hadrah, malam Lir-Ilir, hingga kirab gunungan hasil bumi dari Desa Guci dan Dukuh Pekandangan menuju Kantor UPTD Objek Wisata Guci.

Prosesi adat kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan kambing kendit di Gunung Kelir, istighosah tayuban, serta ritual penyebaran kembang di Pancuran 13 yang menjadi simbol harapan akan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Mengembangkan Kawasan Wisata

Adapun Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga dan mengembangkan kawasan wisata Guci sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Tegal.

Menurut Ahmad Kholid, upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Razia Pelacuran Warung Remang-remang Ujunggede Pemalang, 23 Orang Terjaring

“Jangan sampai ada yang hanya mementingkan kepentingan pribadi. Jika kita rukun, kompak, dan bersama-sama menjaga lingkungan, maka Guci akan tetap lestari, aman, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Kholid.

Ia juga mendorong agar kegiatan Ruwat Bumi Guci terus dikembangkan menjadi agenda budaya yang lebih besar dan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait