Speling Jadi Solusi, Pemkab Kendal Kejar Kesenjangan Akses Dokter Spesialis

Program Speling Kendal jangkau 56 desa untuk atasi kesenjangan akses dokter spesialis. Layanan gratis hadir langsung ke warga hingga pelosok.
KENDAL, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan komitmennya dalam mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya dokter spesialis, melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Program inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipadukan dengan program daerah “Rumah Sakit Berjalan” ini dinilai menjadi langkah konkret menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, pada tahun 2026 program ini ditargetkan menjangkau 56 desa.
Baca Juga: Bisnis Tanah Kaveling di Tegal Dibatasi Perda Penanaman Modal, Ini Alasannya
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan spesialis.
“Ini upaya kami agar masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses dokter spesialis. Tidak harus ke rumah sakit, tapi pelayanan kita yang datang ke desa,” ujar Bupati saat menghadiri kegiatan Speling di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, selama ini kesenjangan akses layanan kesehatan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari biaya yang tinggi, jarak tempuh ke rumah sakit, hingga antrean panjang.
Kondisi tersebut membuat banyak warga menunda bahkan menghindari pemeriksaan kesehatan, yang berpotensi memperburuk kondisi penyakit.
Baca Juga: BPBD Batang Imbau, Warga Waspada Cuaca Ekstrem
“Kalau tidak menggunakan BPJS, biaya ke dokter spesialis cukup mahal. Belum lagi antre. Maka program ini kita hadirkan gratis dan dekat, supaya masyarakat mau periksa sejak dini,” jelasnya.
Bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu juga menekankan pentingnya deteksi dini dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian warga, terutama kaum laki-laki, untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.
“Sering kali kaum laki-laki takut periksa karena khawatir ditemukan penyakit. Padahal lebih baik tahu lebih awal daripada terlambat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, program Speling tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan, tetapi juga menjamin tindak lanjut bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih serius. Pemerintah memastikan pasien akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan dengan pendampingan tenaga medis.
“Kalau perlu tindak lanjut, pasti dirujuk dan tetap didampingi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Artikel Terkait

Gubernur Luthfi Terima Sederet Penghargaan Pendidikan dari Kementerian

Wagub Jateng Hadiri Perang Obor Jepara, Tradisi Api yang Terus Menyala Ratusan Tahun

Dogkrak Sektor Konsumsi, Rupiah Borobudur Playon 2026 Targetkan Ribuan Peserta
