Bupati Tegal Tinjau Perbaikan Ruas Balamoa-Kemantran, Progres Capai 83%

Bupati Tegal tinjau proyek jalan Balamoa-Kemantran, progres capai 83%. Pembangunan Rp20,2 miliar ini dipercepat dan ditargetkan rampung Juni 2026.
SLAWI, puskapik.com - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersam Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid melakukan tinjauan lapangan guna memantau langsung progres pembangunan ruas jalan Balamoa-Kemantran, Selasa, 12 Mei 2026.
Proyek yang dibiayai melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) ini merupakan realisasi dari usulan Pemerintah Kabupaten Tegal untuk mempercepat pemerataan infrastruktur.
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi oleh tim dari PPK 1.4 Provinsi Jateng, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, serta perwakilan OPD terkait.
Baca Juga: Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026
Berdasarkan hasil monitoring, Bupati mengapresiasi pekerjaan proyek sepanjang 3,9 kilometer yang berjalan sangat positif.
"Alhamdulillah, progres saat ini sudah mencapai 83 persen. Ada deviasi positif sebesar 3,5 persen, artinya pengerjaan lebih cepat dari jadwal semula atau on the track," ujar Bupati Ischak di lokasi proyek.
Proyek dengan nilai kontrak Rp 20,2 miliar ini dikerjakan oleh PT Beruang Banyak Sekali. Tahapan pengerjaan dimulai dari penambalan lubang dengan Campuran Aspal Panas (CAP), kemudian dilakukan leveling menggunakan aspal AC-BC sesuai elevasi yang direncanakan. Kemudian disempurnakan dengan rigid beton dan dilengkapi marka.
Baca Juga: Dispaperta Batang Sosialisasi Standar Pemotongan Hewan Kurban Jelang Iduladha 1447 H
Pelaksana PT Beruang Banyak Sekali, Sigit Prasetyo menambahkan, secara teknis, jalan ini memiliki lebar badan jalan 6 meter dengan bahu jalan 70 cm di kedua sisi , sehingga total lebar 7,4 meter, membentang dari arah lampu merah Balamoa ke arah Kemantran.
Meskipun pengerjaan berlangsung intensif, Bupati memastikan situasi di lapangan tetap kondusif.
Kapolsek Tarub Iptu Muhlisin, yang turut mendampingi menjelaskan bahwa pihaknya melakukan rekayasa buka tutup jalan 24 jam nonstop dengan bantuan empat orang flagman yang bertugas bergantian setiap 12 jam.
"Kami membatasi kendaraan sesuai kelas jalan. Truk tronton dan kendaraan sumbu 3 ke atas dilarang melintas untuk sementara dan dialihkan ke jalur Pantura atau arah Banjaran.
Muhlisin menyebutkan, papan imbaun telah dipasang di simpang empat Curug Pangkah dan Dukuhsalam Slawi.
Pembangunan jalan ini disambut antusias oleh masyarakat. Mengingat ruas Balamoa-Kemantran adalah jalur padat dan menjadi urat nadi ekonomi, perbaikan ini diyakini akan memperlancar arus distribusi logistik dan mobilitas warga.
Proyek multi years yang dimulai akhir 2025 ini memiliki durasi pengerjaan 180 hari dan ditargetkan selesai seratus persen pada 19 Juni 2026 mendatang. Bupati berharap sisa waktu pengerjaan dapat dimaksimalkan tanpa mengurangi kualitas mutu bangunan.


