Campak Hantui Warga Tegal, Tandanya Demam, Sakit Tenggorokan, dan Ruam

Dinkes Tegal catat 47 kasus suspek campak, warga diimbau waspada gejala dan segera periksa, imunisasi diperkuat cegah potensi KLB.
SLAWI, puskapik.com - Jika ada tanda-tanda demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh, masyarakat Kabupaten Tegal disarankan untuk segera memeriksakan diri ke faskes terdekat. Jangan-jangan terkena penyakit campak, karena wilayah Kabupaten Tegal telah terdapat 47 Kasus suspek klinis.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tegal, Amin Yunianto mengatakan, sejak Januari hingga 3 April 2026 tercatat sebanyak 47 kasus suspek klinis di Kabupaten Tegal. Namun, seluruh kasus ini belum dilakukan pemeriksaan laboratorium.
"Pemeriksaan laboratorium dilakukan di tingkat Provinsi Jateng atau di BBLabkesmas Yogyakarta. Sedangkan, cairan kimia berupa reagen untuk tes campak sangat terbatas," kata Amin, Selasa 7 April 2026.
Baca Juga: Minim Penerangan dan Faktor Human Error Picu 25 Kecelakaan di Kendal
Dinkes Kabupaten Tegal telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak. Di antaranya memperkuat capaian imunisasi MR minimal 95 persen, melakukan imunisasi kejar di wilayah yang terdapat kasus suspek, serta meningkatkan kinerja surveilans campak-rubella.
'Seluruh fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan kasus suspek campak dalam waktu 24 jam melalui Dinas Kesehatan maupun aplikasi nasional seperti NAR dan SKDR," katanya.
Baca Juga: Waspadai El Nino, Perumda Tirta Ayu Slawi Cari Sumber Mata Air Baru
Ditambahkan, Dinkes Kabupaten Tegal juga melakukan penguatan deteksi dini dengan melibatkan seluruh puskesmas dan rumah sakit dalam pengiriman spesimen suspek campak.
Amin menjelaskan, campak adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh. Infeksi campak berawal dari saluran pernapasan yang kemudian menular melalui percikan air liur. Gejala awal campak atau measles adalah sakit tenggorokan, mata berair dan kemerahan (konjungtivitis), dan bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul mulanya berupa bintik-bintik merah kecil, kemudian menyatu hingga ukurannya membesar. Meskipun mirip, gejala campak berbeda dengan gejala rubella.
"Pada campak, ruam bisa bertahan selama 5–7 hari. Sementara itu, ruam rubella berlangsung selama 1–3 hari. Kedua penyakit tersebut sama-sama dicegah dengan vaksin MMR," pungkasnya.


