Cara Cerdas Petani Muda Asal Tegal, Gunakan Drone Untuk Pemupukan Tanaman

Petani muda Tegal manfaatkan drone untuk pemupukan lahan jagung dan padi, lebih efisien, hemat biaya, dan atasi keterbatasan tenaga kerja di Tegal terbaru
SLAWI, puskapik.com - Drone yang biasa digunakan untuk pengambilan gambar, dimanfaatkan para petani untuk pemupukan lahan pertanian. Salah satunya petani muda asal Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, M Adhi Prasetyo. Penggunaan drone dinilai lebih efektif dan efisien.
"Penggunaan drone untuk pemupukan tanaman di Tegal masih sangat jarang. Petani di Tegal masih konvensional sulit untuk beralih ke teknologi modern," kata M Adhi Prasetyo yang akrab disapa Mas Pras saat ditemui di lahan jagung wilayah Desa Dukuh Sembung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Selasa 5 Mei 2026.
Dijelaskan, penggunaan drone untuk pemupukan tanaman sudah banyak digunakan petani di wilayah lainnya. Namun, belum banyak digunakan petani di Kabupaten Tegal. Padahal, penggunaan drone bisa mengatasi kesulitan petani dalam mencari tenaga kerja. Selain itu, juga mengurangi biaya produksi dan efisiensi waktu.
Baca Juga: Formatur PPP Brebes Mulai Susun Kepengurusan, Ajie Fajar Akomodasi Aspirasi Perubahan Menuju 2029
"Setiap 1 Ha lahan membutuhkan 2 tenaga kerja untuk penyemprotan pupuk. Sedangkan untuk bayar setiap tenaga kerja Rp110 ribu," terang Mas Pras.
Dibeberkan, setiap 1 Ha lahan dengan 2 orang tenaga kerja membutuhkan waktu penyemprotan selama 2 hari.
Sedangkan dengan menggunakan drone tidak membutuhkan tenaga kerja. Untuk sewa drone hanya Rp250 ribu untuk 1 Ha lahan dengan waktu penyemprotan hanya 1 jam.
"Penggunaan drone paling efektif untuk tanaman padi. Untuk tanaman jagung karena daunnya lebar-lebar, sehingga pupuk tidak sampai ke akar," ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Terima Hibah ToyaKU, Sekda Cicipi Air Minum dari Udara Karya Udinus
Penggunaan drone di lahan jagung, lanjut dia, efektif untuk penyemprotan pupuk daun dan obat gulma. Sedangkan pupuk urea dan phonska kurang efektif menggunakan drone. Pemupukan dilakukan secara manual agar bisa sampai ke akar.
"Pola pikir petani harus mulai berubah. Penggunakan mesin sangat efektif untuk meningkatkan produksi dan mengurangi biaya produksi," kata Mas Pras.
Mas Pras menambahkan, dirinya memiliki 1 drone yang biasa digunakan untuk penyemprotan lahan padi dan jagung miliknya. Namun demikian, saat ini sudah banyak penyewaan drone untuk pemupukan. Pertanian tidak usah beli drone, karena harga drone khusus untuk pemupukan sekitar Rp450 juta.
"Tinggal sewa saja dan sudah ada operatornya. Petani tinggal menyediakan pupuk dan secara otomatis drone akan bekerja sendiri," pungkasnya.
Artikel Terkait

Cegah Abrasi, Kodim 0712/Tegal Tanam 500 Mangrove di Pantai Kedungkelor

Sungai Elon Tegal Telan Korban Jiwa, Kapolsek Slawi Minta Orang Tua Perketat Awasi Anak

Bupati Tegal Serahkan Berbagai Bantuan Sosial dan Pertanian di Puncak Hari Jadi ke-425
