Fenomena Orangtua Siswa Pilih Sekolah Swasta, SD Negeri di Kabupaten Tegal Bakal Regruping

Selasa, 18 Agustus 2026 | 14.13
Yogie Priharsongko
Yogie Priharsongko

Sekitar 68 SD Negeri di Kabupaten Tegal kekurangan siswa. Pemkab menyiapkan regrouping bagi sekolah dengan jumlah murid di bawah 120 siswa untuk efisiensi pendidikan.

SLAWI, puskapik.com - Fenomena menarik terjadi dalam penerimaan peserta didik untuk Sekolah Dasar (SD) pada SPMB 2026. Sebelumnya siswa berebut masuk SD Negeri, tapi tahun ini banyak siswa memiliki untuk sekolah di swasta. Kenapa demikian?

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Pelayanan Pendidikan, Dikbud Kabupaten Tegal, jumlah SD di Kabupaten Tegal sebanyak 682 sekolah. Jadi, jumlah SD yang kekurangan siswa sekitar 10 persen atau sekitar 68 sekolah.

"Sekitar 10 persen SD di Kabupaten Tegal yang kekurangan siswa," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, Yogie Priharsongko, Selasa 18 Agustus 2026.

Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Pesantren Makin Berdaya, Santri dan Pengasuh Terakses Beasiswag

Ia mengatakan, quota SPMB tahun 2026 masing-masing SD Negeri sebanyak 28 siswa. Dari quota yang ditetapkan, ada SD Negeri yang tid diak bisa memenuhinya. Penurunan jumlah siswa terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Rata-rata jumlah peserta didik mengalami penurunan sekitar 10-15 persen.

"Rata-rata penurunan jumlah murid 10-15 persen merata di semua kecamatan," ujarnya.

Baca Juga: Wagub Taj Yasin Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Simpang Lima

Yogie menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah perubahan pilihan orang tua dalam menyekolahkan anak. Di kawasan perkotaan, orang tua dinilai cenderung memilih sekolah swasta yang menawarkan fasilitas dan layanan pendidikan tertentu.

"Kalau di kawasan perkotaan, orang tua murid lebih memilih sekolah swasta yang bisa memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan di sekolah negeri, seperti fasilitas full day," jelasnya.

Sementara itu, kata dia, kondisi berbeda masih terlihat di wilayah pinggiran. Sekolah negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat karena pertimbangan akses maupun kebutuhan pendidikan warga.

"Tapi di daerah pinggiran, sekolah negeri masih menjadi pilihan utama," katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Tegal tengah menyiapkan langkah penataan sekolah. Yogie menyebut pihaknya telah merancang draf Peraturan Bupati (Perbup) terkait penggabungan atau regrouping sekolah negeri.

"Nanti sekolah dengan jumlah siswa di bawah 120 dari kelas satu sampai dengan kelas enam akan di-regrouping dengan sekolah lain agar lebih kuat," ungkap Yogie.

Regrouping tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sekolah dengan jumlah siswa yang terlalu sedikit sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan.

Ditambahkan, fenomena berkurangnya jumlah peserta didik di SD negeri akan menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal sebelum kebijakan penataan sekolah diterapkan. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait