Kabar Pendaki Gunung Slamet Terjatuh ke Kawah, Tim Gabungan Menuju Kawah

Tim gabungan menuju Gunung Slamet setelah mendapat kabar seorang pendaki terjatuh ke kawah. Proses mitigasi dan pencarian korban masih berlangsung di lokasi.
SLAWI, puskapik.com - Tim Advance dari Basecamp Bosapala diberangkatkan ke puncak Gunung Slamet sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan mitigasi. Hal itu dilakukan karena dikabarkan ada seorang pendaki yang terjatuh ke kawah Gunung Slamet.
Kabar terjatuhnya pendaki atas nama Maurina Ninaya, seorang perempuan berusia 14 tahun, asal Adiwarna, Tegal, viral di tik tok akun milik gimbalcore.
Pemilik akun itu membagikan mendapatkan informasi lewat voice note dari pendaki yang ada di Puncak Slamet.
Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Pemalang, KPK Periksa 8 Saksi di Polrestabes Semarang
Info yang disampaikan bahwa ada pendaki terjatuh ke kawah dikarenakan pendaki tersebut terlalu mendekati bibir kawah dan melamun setelah foto-foto di sekitaran Tugu Surono atau Puncak Salam.
Pendaki Maurina Ninaya mendaki Slamet Via Sawangan dengan pendakian tektok pada tanggal 17 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB.
Pendaki bersama temannya, Khairul Amin, laki-laki, umur 19 tahun, dari Jatinegara, Tegal.
Baca Juga: Lomba Kampung Nusantara Digelar di Tegal, Fokus Kebersihan Lingkungan
Ketua Forum Komunikasi Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB) Kabupaten Tegal, Anton Priyadi mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima, pendaki tersebut merupakan salah satu anggota rombongan yang melakukan pendakian melalui Basecamp Bosapala Sawangan.
Peristiwa diduga terjadi di kawasan antara Puncak Salam dan Puncak Tugu Surono. Pendaki tersebut disebut sedang duduk di bebatuan di sekitar bibir kawah ketika bagian batuan yang retak mengalami longsor.
“Informasi awal, ada salah satu anggota rombongan pendaki yang sedang melamun dan duduk di bebatuan yang retak di bibir kawah antara Puncak Salam dan Puncak Tugu Surono. Kemudian batuan yang retak mengalami longsor dan jatuh ke arah kawah bersama pendaki tersebut,” ujar Anton.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim advance dari Basecamp Bosapala diberangkatkan sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan mitigasi. Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 WIB, tim logistik juga diberangkatkan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Tegal, FKRPB, PMI, TNI-Polri, serta relawan gabungan telah bergerak menuju lokasi.
“Beberapa tim gabungan sudah berangkat ke atas, korban infonya berinisial MF usia 16 tahun” kata Anton.
Hingga berita ini ditulis, proses penanganan dan upaya pencarian masih berlangsung. Informasi kondisi korban masih menunggu keterangan resmi dari tim di lapangan. **


