Cokorun di Slawi, Lari Cepat di Malam Bulan Puasa, Kapolres Tegal Perlombakan Jarak 100 Meter

Kapolres Tegal gelar lomba cokorun 100 meter di Alun-alun Slawi. Ratusan pelajar meramaikan tren lari tanpa alas kaki yang kini populer di malam Ramadan.
SLAWI, puskapik.com - Trend lari cepat tanpa alas kaki atau cokorun yang digelar malam hari selama bulan suci Ramadan ramai di wilayah Slawi, Kabupaten Tegal.
Melihat antusiasme anak muda dalam kegiatan tersebut, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo berinisiatif menggelar Cokorun Sehat Bersama Polres Tegal di Alun-alun Hanggawana Slawi, Jumat malam 6 Maret 2026 pukul 22.00 WIB.
Alun-alun Hanggawana Slawi yang biasanya lenggang, berubah menjadi ramai. Ratusan pelajar berkumpul di lintasan sederhana yang dibuat di tengah keramaian warga.
Baca Juga: Perahu Nelayan di Rowosari Hanyut Terbawa Arus Sungai Kutho
Sorak-sorai penonton pecah setiap kali pelari melesat cepat menembus garis finis. Cokorun Sehat Bersama Polres Tegal tersebut, diperlomba dengan jarak 100 meter tanpa alas kaki.
Sebanyak 48 pelajar ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terbagi dalam enam kategori berdasarkan berat badan serta satu kelas khusus perempuan.
Sebelum lomba dimulai, suasana semakin meriah ketika Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo turun langsung ke lintasan untuk laga ekshibisi melawan salah satu pelajar peserta.
Dengan telanjang kaki, Kapolres mencoba merasakan langsung sensasi berlari cepat di lintasan malam Alun-alun Slawi.
Ia didampingi sejumlah pejabat utama Polres Tegal, di antaranya Wakapolres Kompol M. Iskandarsyah, Kasat Reskrim AKP Luis Beltran Krisnandhita Marissing, serta Kasat Binmas AKP Achmad Husni Imawan.
Sorakan penonton semakin ramai ketika para pelari berlari sekuat tenaga di lintasan pendek itu. Meski hanya 100 meter, adrenalin para peserta terlihat memuncak setiap kali aba-aba start diberikan.
“Cokorun ini bisa menjadi kegiatan yang menyehatkan sekaligus mengalihkan anak-anak muda dari aktivitas negatif seperti tawuran maupun balapan liar,” kata Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo.
Ia mengatakan, fenomena cokorun kini sedang digandrungi pelajar dan anak muda. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki sisi positif jika diarahkan dengan baik.
Ia mengaku ide kegiatan ini muncul setelah melihat fenomena lomba cokoran di media sosial yang kerap digelar malam hari hingga menjelang sahur dan dipadati penonton.
“Biasanya dilakukan menjelang sahur dan penontonnya sangat banyak. Kami melihat potensi ini bisa diarahkan menjadi kegiatan yang lebih positif dan tertib,” ujarnya.
Istilah cokoran sendiri identik dengan aktivitas berlari tanpa menggunakan alas kaki. Tradisi ini belakangan populer di berbagai daerah dan menjadi ajang unjuk kecepatan bagi para pelajar.
Artikel Terkait

32 Tim Ramaikan Turnamen Kapolres Tegal Cup IV, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta

Layanan SIM Hingga Gudang Senjata Api Polres Tegal Jadi Sasaran Tim Audit Tim Itwasda Polda Jateng

Bupati Tegal Tinjau Perbaikan Ruas Balamoa-Kemantran, Progres Capai 83%
