Cuaca Panas Picu Kebakaran Rumput di Tol Trans Jawa KM 274 Adiwerna

Kamis, 23 Juli 2026 | 16.34
puskapik

Lahan rumput kering di Tol Trans Jawa KM 274 Adiwerna, Tegal, terbakar diduga akibat cuaca panas. Api membakar kabel, namun cepat dipadamkan warga dan polisi.

SLAWI- puskapik.com - Kebakaran melanda lahan rumput kering di area Jalan Tol Trans Jawa KM 274+300 Jalur A, Desa Kedungsukun, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu 22 Juli 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.39 WIB ini diduga kuat dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang membuat rumput mengering dan mudah terbakar.

Kobaran api sempat merambat dan membakar kabel sepanjang enam meter yang melintas di atas jembatan tol.

Akibatnya, karet pelindung kabel meleleh dan jatuh ke jalanan desa di bawahnya.Warga setempat yang melihat kejadian tersebut langsung bergotong-royong memadamkan api menggunakan peralatan sederhana dan air seadanya.

Baca Juga: Selama 16 Tahun, Dinkes Kabupaten Tegal Catat 1.446 Kasus HIV/AIDS

Api berhasil dikendalikan dan padam sepenuhnya sekitar pukul 11.00 WIB, sebelum sempat meluas lebih jauh.

Total luas lahan rumput yang terbakar diperkirakan mencapai 15 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sementara kerugian materiil akibat kerusakan kabel ditaksir sekitar Rp150.000.

Personel Polsek Adiwerna bersama perangkat desa segera melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan situasi di sekitar jalur tol dan jalan desa kembali aman bagi pengguna jalan.

Baca Juga: Polres Kendal Bedah Dua Rumah Warga Tak Layak Huni di Kangkung dn Pegandon

"Luas lahan yang terbakar sekitar 15 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sedangkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150.000," ujar Kapolsek Adiwerna AKP S. Ibnu Akbar saat melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).

Merespons peristiwa tersebut, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo mengapresiasi kesigapan warga dan jajaran polsek di lapangan. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau rumput sembarangan. Kondisi kering saat ini sangat rentan memicu kebakaran yang lebih besar," tegas AKBP Bayu Prasatyo.

Artikel Terkait