Dongkrak Ekonomi Pesisir, Pemkab Tegal Usulkan Dua “Kampung Nelayan Merah Putih” ke KKP

Jumat, 24 April 2026 | 18.42 WIB
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Riesky Trisbiantoro saat ditemui di kantornya, Jumat, 24 April 2026, menjelaskan hasil audiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Tegal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Riesky Trisbiantoro saat ditemui di kantornya, Jumat, 24 April 2026, menjelaskan hasil audiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Tegal.

Pemkab Tegal usulkan dua Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP guna dorong ekonomi pesisir dan dukung program gizi nasional.

SLAWI, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal bergerak cepat mengakselerasi ekonomi di wilayah pesisir.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengusulkan pembangunan "Kampung Nelayan Merah Putih" kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, didampingi Wakil Bupati Ahmad Kholid, Kepala Bapperida Muhammad Faried Wajdy, serta Kepala Dinas Perikanan Riesky Trisbiantoro saat beraudiensi dengan Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Ashaf di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Baca Juga: Lepas Calon Jamaah Haji, Plt Bupati Pekalongan Harap Fokus Ibadah dan Tinggalkan Urusan Duniawi

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, Riesky Trisbiantoro, menjelaskan bahwa awalnya Pemkab hanya mengusulkan satu lokasi, yakni Desa Suradadi yang telah memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Namun, melihat adanya peluang tambahan, Pemkab kini mengajukan lokasi kedua di Desa Purwahamba.

"Lahan untuk Kampung Nelayan harus milik pemerintah daerah guna menghindari konflik dengan masyarakat. Lokasi di Desa Purwahamba dinilai sangat memungkinkan, sehingga kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Porapar untuk menyusun proposal tambahannya," ujar Riesky, Jumat, 24 April 2026.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, KAI Tegaskan Larangan Penggunaan Stop Kontak untuk Memasak di Kereta Api

Berbeda dengan Suradadi yang diproyeksikan sebagai pusat kegiatan atau Kampung Nelayan Hub, Desa Purwahamba akan dikembangkan sebagai Kampung Nelayan Penyangga.

Lokasi ini dinilai strategis karena dapat dikolaborasikan dengan sektor pariwisata yang sudah ada.

Sebagai informasi, syarat pembangunan Kampung Nelayan Hub adalah memiliki lahan minimal 1 hektare, sedangkan Kampung Nelayan Penyangga diperbolehkan kurang dari itu.

Menurut Riesky, nantinya, pengelolaan kedua kampung nelayan ini akan dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih.

Riesky menambahkan bahwa program ini juga akan bersinergi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil perikanan lokal diharapkan mampu menyuplai kebutuhan protein bagi program nasional tersebut.

"Harapannya, hasil laut kita bisa memperkuat rantai pasok MBG. Ada sinergi antara Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, dan upaya pemenuhan gizi masyarakat," tambahnya.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Ashaf menyambut baik usulan tambahan dari Pemkab Tegal.

Ia menekankan bahwa program ini merupakan prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

“Manfaat program ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya laut. Ini adalah strategi penguatan ekonomi kelautan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” tegas Didit.

Menanggapi arahan Wamen terkait kondusivitas wilayah, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan kesiapannya untuk menjamin kelancaran pembangunan.

Sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Ischak meyakini adanya kedekatan psikologis yang kuat dengan para nelayan.

"Potensi perikanan kita besar, mulai dari tangkap hingga pengolahan. Namun, karena keterbatasan fiskal daerah, dukungan pusat sangat kami butuhkan. Kami siap bersinergi agar program prioritas ini segera terealisasi demi meningkatkan taraf hidup warga pesisir Kabupaten Tegal," pungkas Ischak. **

Artikel Terkait