Hebat, Pemuda Tegal Tampil di Konferensi Hacker Internasional, Avan Paparkan Proyek Inovatif Pretexta

Selasa, 5 Mei 2026 | 09.31
Danang Avan Maulana, warga Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal memberikan pemaparan di ajang konferensi hacker internasional DEF CON di Singapore, baru-baru ini. (Dok)
Danang Avan Maulana, warga Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal memberikan pemaparan di ajang konferensi hacker internasional DEF CON di Singapore, baru-baru ini. (Dok)

Pemuda asal Tegal tampil di DEF CON Singapore, perkenalkan inovasi keamanan siber Pretexta, bukti talenta lokal mampu bersaing di panggung global.

SLAWI, puskapik.com - Mendengar kata hacker yang terlintas adalah orang yang ahli membobol keamanan siber.

Namun, tak sebatas itu karena hacker yang merupakan ahli teknis tinggi dalam pemrograman, jaringan, dan sistem komputer juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah teknis atau mencari solusi kreatif.

Salah satunya Danang Avan Maulana, pemuda asal Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Baca Juga: Universitas Harkat Negeri Tegal Resmi Lepas 838 Lulusan Generasi Transformasi

Dengan keahliannya menjadi hacker, Avan tampil di ajang konferensi hacker internasional DEF CON di Singapore, baru-baru ini. Forum legendaris dikenal sebagai salah satu pertemuan paling bergengsi di dunia dan identik dengan gelarannya di Las Vegas, Amerika Serikat.

Avan saat dihubungi mengatakan, kehadirannya di Singapore dalam rangka partisipasi di rangkaian kegiatan DEF CON yang digelar di kawasan Asia. Kegiatan tersebut dihadiri beberapa hacker kelas dunia, dari benua Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa.

DEF CON dihadiri lebih dari ratusan hacker dunia, dan menghadirkan atmosfer tingkat tinggi, standar seleksi, dan komunitas global yang menjadi ciri khas dalam konferensi tersebut.

Baca Juga: Update Kondisi Gunung Slamet Terkini, Terjadi Kepulan Asap Putih Tebal Tinggi 400 Meter

"DEF CON sendiri dikenal sebagai tempat berkumpulnya para peneliti, pegiat IT, hacker, dan profesional keamanan dari berbagai negara untuk mempresentasikan riset, teknik eksploitasi, serta inovasi terbaru di bidang keamanan siber," terang Avan.

Ia menuturkan, tidak semua individu dapat tampil di panggung ini, mengingat proses seleksi yang ketat dan standar kualitas yang sangat tinggi. Dalam sesi Demo Labs, Avan mempresentasikan proyek inovatif bernama Pretexta.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait