Berhasil di 2025, Program JAPFA For Kids Kembali Dijalankan di Margasari Tegal, Sasaran 3.053 Siswa

Minggu, 14 Juni 2026 | 16.40
Camat Margasari, Erlin Trisnawati memberikan pengarahan terhadap guru saatpelatihan bagi guru pendamping di Aula Kecamatan Margasari, Kamis 11 Juni 2026. (Dok)
Camat Margasari, Erlin Trisnawati memberikan pengarahan terhadap guru saatpelatihan bagi guru pendamping di Aula Kecamatan Margasari, Kamis 11 Juni 2026. (Dok)

Program JAPFA For Kids kembali digelar di Margasari, Kabupaten Tegal. Sebanyak 3.053 siswa SD mendapat pendampingan gizi melalui telur, susu, dan vitamin.

SLAWI, puskapik.com - Setelah berhasil meningkatkan 5 ribu gizi anak di tahun 2025, Program JAPFA For Kids kembali dijalankan di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal di tahun 2026. Sebanyak 3.053 anak menjadi sasaran program dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dalam rangka meningkatkan gizi anak.

"Program JAPFA For Kids di Kecamatan Margasari kali kedua dan di tahun 2025 sebanyak 19 sekolah dengan jumlah siswa sekitar 5 ribu siswa. Tahun 2026, sasaran program JAPFA For Kids di 18 sekolah dengan jumlah siswa 3.053 siswa kelas 1-5," Camat Margasari, Erlin Trisnawati SSTP MM, Minggu 14 Juni 2026.

Dikatakan, program JAPFA For Kids diawali bulan ini dengan melakukan pelatihan bagi guru pendamping anak yang digelar di Aula Kecamatan Margasari, Kamis 11 Juni 2026.

Baca Juga: Pemilihan BPD Desa Pangkah Tegal Diikuti 19 Bakal Calon

Dari 18 sekolah, ada 2 guru PIC dan kepala sekolah yang mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan itu dilakukan oleh tim JAPFA yang bekerjasama dengan Puskesmas setempat.

JAPFA berharap dengan adanya pelatihan ini, guru PIC maupun kepala sekolah dapat memahami lebih dalam terkait program JAPFA for Kids dan dapat mengimplementasikan ke dalam sekolah masing-masing.

Ketika sekolah berhasil mengimplementasikan program secara baik dan tertib di masing-masing sekolah, diharapkan adanya peningkatan malanutrisi pada usia anak SD di Margasari secara bertahap.

Baca Juga: ODGJ Mengamuk di Karangdadap Pekalongan, Polisi Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

"Siswa-siswi juga mememiliki kebiasaan hidup bersih dan sehat setiap harinya," ujar Erlin.

Usai guru dilakukan pelatihan, kata dia, cara para siswa sebanyak 3.053 siswa dilakukan pengecekan awal. Setelah diketahui hasilnya, maka anak diberikan makanan tambahan berupa telur, susu dan vitamin.

"Tiap siswa mendapatkan 1 telur tiap hari, termasuk vitamin Untuk susu diberikan seminggu sekali," terangnya.

Menurut dia, setelah 6 bulan program itu berjalan, tim JAPFA dan Puskemas melakukan evaluasi tumbuh kembang anak.

Jika ada anak yang tumbuh kembangnya kurang maksimal, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh Dokter Puskemas. Anak akan mendapatkan pengobatan lanjutan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

"Tahun 2025, ditemukan anak yang mengidap penyakit TB dan anemia berat. Setelah dilakukan pengobatan selama 3-6 bulan, anak ini bisa sembuh total," katanya.

Ditambahkan, salah satu JAPFA For Kids juga digelar lomba cerdas cermat guru di Gedung Guru Dikpora Kecamatan Margasari, Rabu 10 Juni 2026.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait