Kabupaten Tegal Terpilih Jadi Daerah Pionir Penguatan Literasi dan Numerasi

Sabtu, 11 April 2026 | 04.31
Bupati Tegal Ischak Maulana Rochman menghadiri Pencanangan Kolaborasi Multipihak yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Indonesia di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rochman menghadiri Pencanangan Kolaborasi Multipihak yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Indonesia di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Kabupaten Tegal jadi daerah pionir program nasional penguatan literasi dan numerasi, kolaborasi Kemendikdasmen dan mitra untuk tingkatkan kualitas pendidikan dasar.

SLAWI, puskapik.com – Kabupaten Tegal resmi terpilih sebagai salah satu dari enam daerah pionir dalam program kolaborasi nasional untuk penguatan literasi dan numerasi.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui inisiatif strategis ini.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Ischak saat menghadiri acara Pencanangan Kolaborasi Multipihak yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Indonesia di Jakarta, Kamis (9/4).

Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi dasar siswa, terutama pada kemampuan membaca dan berhitung.

Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta berbagai mitra pembangunan.

Selain Kabupaten Tegal, daerah lain yang terlibat dalam program ini meliputi Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.

Bupati Tegal menyatakan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi wilayahnya.

“Ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memperkuat fondasi literasi dan numerasi anak-anak kita sejak usia dini,” ungkap Ischak.

Menurutnya, penguasaan literasi dan numerasi adalah bekal utama dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menekankan pentingnya langkah sistematis dan kolaboratif dalam transformasi pendidikan.

“Transformasi pendidikan tidak bisa berjalan parsial. Dibutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk mencapai hasil yang maksimal,” jelas Toni.

Di sisi lain, Tanoto Foundation menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan pembelajaran melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data.

Secara keseluruhan, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 500 sekolah dasar dan melibatkan 1.500 guru kelas awal di enam daerah tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan, literasi dan numerasi menjadi tantangan utama pendidikan nasional.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait