Gunung Slamet Tertutup Kabut, Gempa Low Frequency Terjadi 11 Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10.02
Puncak Gunung Slamet tertutup kabut dilihat dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Tegal pada 22 Mei 2026. (Dok.MAGMA Indonesia)
Puncak Gunung Slamet tertutup kabut dilihat dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Tegal pada 22 Mei 2026. (Dok.MAGMA Indonesia)

Gunung Slamet masih berstatus Level II Waspada. Warga dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak.

SLAWI, puskapik.com - Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten wilayah Jateng, tingkat aktivitas masih Level II atau waspada. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di radius 3 km dari puncak Gunung Slamet.

Berdasarkan situs MAGMA Indonesia, laporan per 24 jam, dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Tegal tanggal 22 Mei 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, teramati cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 22.3-26.8°C. Kelembaban 77-99%.

Pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.

Baca Juga: Gratis, BLK Kabupaten Tegal Buka 4 Pelatihan Vokasi Nasional

Pengamatan kegempaan, terjadi 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 27-30 detik. Selain itu, 11 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 9-17 detik, dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.

Disimpulkan, tingkat aktivitas gunungapi Slamet Level II atau Waspada. Masyarakat dan pengunjung/ wisatawan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet. (Guntur)

Artikel Terkait