Kolaborasi Disperpusip dan Relawan, Perpustakaan Soetta Slawi Siap Buka Minggu

Disperpusip Kabupaten Tegal menggelar pembekalan teknis relawan literasi di Perpustakaan Soekarno-Hatta (Soetta) Slawi, Kabupaten Tegal Minggu 14 Juni 2026.
SLAWI, puskapik.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal menggelar pembekalan teknis bagi relawan literasi di Perpustakaan Soekarno-Hatta (Soetta) Slawi, Minggu 14 Juni 2026.
Para relawan perwakilan dari sejumlah komunitas pegiat literasi ini disiapkan untuk mendukung perluasan jangkauan layanan Perpustakaan Soetta yang akan beroperasi pada hari Minggu.
Pembekalan teknis yang dipandu oleh pustakawan Disperpusip ini dihadiri langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak, Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal Hari Nugroho, serta Kepala Bidang Perpustakaan Kabupaten Tegal Sri Handayani.
Baca Juga: Jelang Pilkades Serentak di Pemalang, Ini Pesan Camat Randudongkal kepada Warga Jaga Persatuan
Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para relawan.
Menurut Nilna, kontribusi sukarela dari para pegiat literasi ini menjadi energi baru dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus menghidupkan budaya baca masyarakat Kabupaten Tegal.
"Langkah ini merupakan terobosan dan inovasi penting dari Disperpusip Kabupaten Tegal. Kolaborasi dengan agen penggerak budaya baca seperti relawan literasi adalah kunci untuk membuka akses publik yang lebih luas, termasuk layanan perpustakaan buka di hari Minggu," ujar Nilna.
Senada dengan itu, Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal Hari Nugroho menegaskan relawan literasi adalah mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan IPLM dan tingkat kegemaran membaca atau TKM masyarakat.
Skor 6,00 pada IPLM Kabupaten Tegal tahun 2025 terkategori sangat rendah, bahkan terendah ketiga di Jawa Tengah yang rata-rata skornya mencapai 38,86. Sedangakan skor TKM Kabupaten Tegal sebesar 56,71 ini sedikit di bawah skor rata-rata Jawa Tengah yang sebesar 57,11.
Menurut Hari, selain dorongan permintaan publik, tantangan memperluas akses membaca di akhir pekan seperti hari Minggu membutuhkan fleksibilitas dan kedekatan dengan masyarakat yang ini dimiliki komunitas lokal.
Perpustakaan Keliling
Ke depan, para relawan tidak hanya bertugas di dalam gedung perpustakaan, tetapi juga terlibat aktif di agenda luar ruang seperti perpustakaan keliling.
Baca Juga: Pemkab Brebes Beri Santunan kepada 200 Anak Yatim di Momen Tahun Baru Islam
"Relawan literasi adalah mitra strategis kami dalam mempromosikan layanan perpustakaan. Mereka juga akan ikut menggerakkan kegiatan perpustakaan keliling serta mengoptimalkan pelayanan pemustaka di akhir pekan, khususnya hari Minggu," katanya.
Melalui pembekalan teknis ini, para relawan dibekali kemampuan teknis seperti pengisian daftar kunjungan dan survei kepuasan masyarakat hingga penataan buku atau book shelving.


