Krisis Air Bersih di Prupuk Selatan Tegal, Pemkab Salurkan Bantuan ke Enam Wilayah

Rabu, 21 Oktober 2026 | 10.53 WIB
Warga mengantre mendapat bantuan air bersih dari Pemkab Tegal l, Selasa, 20 Oktober 2026.
Warga mengantre mendapat bantuan air bersih dari Pemkab Tegal l, Selasa, 20 Oktober 2026.

Pemkab Tegal menyalurkan bantuan air bersih ke enam titik terdampak kekeringan di Desa Prupuk Selatan, Margasari, untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga

SLAWI, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal bergerak cepat merespons krisis air bersih yang melanda warga Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari.

Bantuan air bersih langsung disalurkan ke enam titik wilayah yang terdampak kekeringan akibat mengeringnya sumber mata air selama musim kemarau.

Penyaluran bantuan ini dilakukan pada Selasa, 20 Oktober 2026 melalui kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca Juga: Wagub Jateng Taj Yasin Minta Kasus Perundungan di Pemalang Ditangani Serius

Sekretaris Desa Prupuk Selatan, Sri Sulastri, mengungkapkan bahwa musim kemarau panjang telah menyulitkan aktivitas harian warga.

Kondisi paling parah terjadi di Dukuh Tras, di mana warga terpaksa mengandalkan aliran sungai karena fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah tersebut mengalami kerusakan.

“Ini sudah ketiga kalinya kami mengajukan permohonan bantuan air bersih. Khusus di Dukuh Tras, warga sampai harus pergi ke sungai untuk mencuci pakaian dan memenuhi kebutuhan lainnya karena sumber air bersih memang sudah tidak tersedia,” kata Sri Sulastri kepada puskapik.com, Selasa, 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Sedimentasi Cepat Menumpuk, Dermaga Tawang Kendal Mulai Dikeruk

Pemerintah Desa Prupuk Selatan sendiri telah melayangkan surat permohonan bantuan air bersih sejak 14 Oktober 2026 untuk enam wilayah yang kritis.

Bantuan tangki air yang mulai Selasa, 20 Oktober 2026 dipasok oleh PDAM dengan kapasitas 5.000 liter dan PMI berkapasitas 4.000 liter.

Berdasarkan data pihak desa, enam titik wilayah yang mengalami kekeringan parah dengan sebaran 125 hingga 298 Kepala Keluarga (KK) per wilayah meliputi,

Karanganyar RT 002–003/RW 001, Karanganyar RT 003–004/RW 008, Dukuh Tras RT 003–004/RW 002, Sidamulya RT 004–006/RW 003, Arjasari Wetan RT 002/RW 003 dan Taman Mekar RT 005/RW 005.

Menurut Sri Sulastri, bantuan aor bersih sangat membantu masyarakat, karena musim kemarau panjang membuat ketersediaan air wilayahnya semakin terbatas.

Namun, Sri Sulastri berharap ada solusi jangka panjang agar warga tidak terus-menerus bergantung pada kiriman bantuan tangki setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, warga merasa diperhatikan karena pemerintah hadir. Tapi kami berharap ada bantuan pembangunan sumur bor ke depan, khususnya untuk wilayah Sidamulya dan titik lain yang membutuhkan. Selain itu, kami juga sedang mengupayakan perbaikan fasilitas Pamsimas di Dukuh Tras lewat dukungan anggaran yang ada,” tambahnya.

Kesulitan air ini juga dirasakan oleh Siti Nur Fatimah, salah satu warga RT 004/RW 002 Dukuh Tras. Menurutnya, krisis air sudah dirasakan masyarakat setempat selama kurang lebih tiga bulan terakhir.

“Selama ini kalau air sumur di mushola habis karena dipakai bersama, sebagian warga terpaksa lari ke sungai untuk mandi dan mencuci. Bantuan air bersih ini sangat meringankan beban kami, terutama untuk memasak,” pungkas Siti. **

Artikel Terkait