Lelang Karya Peduli Padasari Tegal Raup Donasi Rp27.550.000, Lelang Berlanjut Melalui Online

Lelang Karya Peduli Padasari di Kabupaten Tegal terkumpul Rp22,55 juta dari 15 karya terjual, sisanya dilelang online untuk bantu warga terdampak musibah.
SLAWI, puskapik.com - Hingga penutupan Lelang Karya Peduli Padasari di Gedung Rakyat Kabupaten Tegal pada Sabtu, 28 Februari 2026 malam, telah terkumpul donasi Rp22.550.000. Dari 30 barang seni dan budaya yang dilelang, baru 15 barang yang terjual. Lelang yang digelar Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal dan Dewan Kesenian Kabupaten Tegal itu, akan dilanjutkan melalui online.
Lelang Karya Peduli Padasari yang juga dipadukan dengan pameran karya seni dibuka Bupati Tegal H Ischak Maulana Rohman. Ada 30 barang karya seni yang dilelang hasil donasi dari para seniman di Kabupaten Tegal. Barang seni itu berupa barang antik, lukisan, foto dan karya seni lainnya.
Lelang yang diikuti para tokoh masyarakat Kabupaten Tegal itu, menarik lantaran Bupati Ischak juga ikut menjadi peserta lelang. Bupati tertarik dengan karya seni lukisan Sudut Merah Putih karya Nurokhim dari Sanggar Putik Tegal. Bupati sempat adu harga dengan salah satu mantan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H Khaerul Soleh. Hingga puncaknya, karya seni itu ditutup diharga Rp2,6 juta.
Baca Juga: Dikeluhkan, Menu MBG di Banjarharjo Brebes Ditemukan Berbelatung
Sementara itu, barang lelang termahal yang terjual yakni lukisan Gurdur atau Abdurrahman Wahid. Lukisan karya Taripudin dari Sanggar Putik Tegal dibeli dengan harga Rp2,7 juta. Lukisan Gurdur dibeli oleh A Khamim dari perwakilan Kodim 0712/ Tegal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ischak memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan lelang amal tersebut.
“Kegiatan lelang amal malam ini memiliki makna yang sangat mulia. Setiap karya yang dilelang bukan sekadar memiliki nilai seni, tetapi juga menjadi simbol empati, gotong royong, dan semangat kebangkitan masyarakat Padasari,” ujar Mas Ischak.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penguat solidaritas sosial.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat solidaritas sosial bahwa Kabupaten Tegal selalu hadir bersama masyarakatnya, terutama saat menghadapi masa-masa sulit,” seru Bupati.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal, Ki Haryo Susilo Enthus Susmono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian insan seni untuk membantu dan menyemangati warga Padasari agar bangkit dari musibah.
“Dalam rangka pameran dan lelang peduli Desa Padasari yang terkena musibah tanah bergerak, teman-teman seni dan budaya mencoba mengabdi supaya Padasari bisa bangkit. Makanya tagline-nya Seni Budaya Mengabdi, Padasari Bangkit,” ujarnya.
Ia menuturkan, terdapat sekitar 30 benda yang dilelang, mulai dari lukisan, manuskrip, benda antik, wayang, hingga keris dan sarung goyor produksi warga binaan Lapas Tegalandong, Slawi.
“Seratus persen hasil lelang ini akan didonasikan ke Padasari. Kalau tidak dapat barang lelang, masyarakat tetap bisa berdonasi lewat QRIS,” katanya.
Ditambahkan, dari lelang tersebut sebanyak 15 karya seni terjual. Sedangkan sisanya akan kembali dilelang melalui online. Masyarakat yang peduli dengan bencana Padasari bisa ikut lelang online melalui media sosial instragram Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal melalui akun Budaya Tegal.
"Segera kami upload dan harga karya seni yang dilelang sesuai dengan harga dasar," pungkasnya.
Artikel Terkait

PKB Kabupaten Tegal Beri Bantuan Sepeda pada Dua Siswa yang Jalan Kaki 8 Km ke Sekolah Viral di Medsos

Yayasan Sahabat Anak Yatim Tegal Terima Wakaf Tanah 236 Meter Persegi di Langgen

Info Loker Tegal, PT Wahana Gula Investama Butuh Tenaga Kerja Bidang Operator Pabrik
