Kondisi Alun-Alun Hanggawana Slawi Saat Ini, Semrawut dan Kumuh

Kondisi Alun-alun Hanggawana Slawi dinilai makin semrawut dan kumuh akibat PKL serta gerobak yang mangkal seharian hingga memicu kemacetan dan menggangu.
SLAWI, puskapik.com - Alun-alun Hanggawana Slawi, Kabupaten Tegal merupakan salah satu wajah Kota Slawi.
Sayangnya, kondisi saat ini semrawut dan kumuh. Apalagi, banyak gerobak yang sengaja ditinggalkan di seputar Alun-alun Hanggawana Slawi.
Pantauan di lapangan, Alun-alun Hanggawana Slawi terlihat semrawut tanpa penataan yang rapih. Mereka beroperasi di siang hari, padahal sebelumnya para PKL hanya berjualan di malam hari.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Hutan, Paman Cabul diringkus Polisi di Semarang
Hal itu diperparah dengan gerobak PKL yang ditinggalkan di tepi Alun-alun Hanggawana. Selain membuat jalan menjadi sempit, adanya gerobak PKL membuat keindahan Alun-alun Hanggawan, sirna.
Kondisi paling semrawut berada di depan perkantoran Pemkab Tegal yang biasanya mangkal dari sore hingga malam hari.
Hampir seperempat jalan digunakan untuk mangkal PKL. Jalan menjadi semakin sempit dan lalu lintas kerap macet.
Baca Juga: Sinergi Kabupaten/Kota di Jateng Diperkuat untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027
"Kalau malam sudah sulit jalan, karena pedagang berjualan di badan jalan," kata warga Dukuhringan, Kecamatan Slawi, Panji (46), Jumat 29 Mei 2026.
Ia mengatakan, PKL di Alun-alun Hanggawana semakin semrawut sejak setahun ini. Dulu, PKL bisa tertib buka mulai sore hingga malam hari. Pada siang hari, Alun-alun Hanggawana bersih dari gerobak PKL.
Namun, saat ini masih banyak yang buka di siang hari. Bahkan, gerobak PKL yang tidak buka, tetap mangkal di seputar Alun-alun Slawi.
"Ini tambah parah dengan banyaknya PKL yang berada di depan gerbang komplek perkantoran Pemkab Tegal. Kalau malam penuh dari timur hingga barat," terangnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Solichin menuturkan, PKL di Alun-alun Hanggawana tak terkendali. Kendati sangat membantu para UMKM untuk mendapatkan penghasilan, namun harus diatur. Hal itu dilakukan agar Alun-alun Hanggawana tetap indah dipandang.


