Minim Fasilitas Disabilitas, Perpustakaan Kabupaten Tegal Mulai Berbenah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 16.26
Kepala Dinas Perpusip Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi memberikan penjelasan tentang fasilitas Perpustakaan saat Forum Konsultasi Publik (FKM) Dinas Perpusip Kabupaten Tegal di Auditorium Dinas Perpusip, Kamis 27 Agustus 2026. (SM/ Dok).
Kepala Dinas Perpusip Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi memberikan penjelasan tentang fasilitas Perpustakaan saat Forum Konsultasi Publik (FKM) Dinas Perpusip Kabupaten Tegal di Auditorium Dinas Perpusip, Kamis 27 Agustus 2026. (SM/ Dok).

Perpustakaan Kabupaten Tegal masih memiliki keterbatasan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Pembenahan akses dan sarana inklusif akan dilakukan secara bertahap.

SLAWI, puskapik.com - Pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi pemenuhan aksesibilitas fasilitas umum bagi penyandang disabilitas.

Sayangnya, kewajiban itu belum diterapkan di Perpustakaan Kabupaten Tegal di komplek Monumen GBN Slawi.

Hal itu terungkap saat Forum Konsultasi Publik (FKM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Tegal di Auditorium Dinas Perpusip, Kamis 27 Oktober 2026.

Baca Juga: Watu Jaran, Situs Tua di Brebes yang Masih Menyimpan Tanya

Dalam FKM, hadir Asisten Administrasi Umum Sekda Tegal M Budi Eko, Kepala Dinas Perpusip Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi, Bagian Organisasi Setda Tegal Agus Supriyanto, dan para perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Tegal.

FKM diawali dengan pemaparan dari Bagian Organisasi Setda Tegal Agus Supriyanto tentang FKM.

Pemaparan dilanjutkan dari Sekdin Perpusip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho tentang fasilitas dan program Perpusip.

Dalam FKM juga digelar dialog peserta dengan narsum. Dalam dialog tersebut, dua peserta dari Dinsos Kabupaten Tegal dan SLB Manunggal Slawi.

Baca Juga: Bakesbangpol Kota Tegal Catat 200 Ormas, Hibah Rp 5-10 Juta Jadi Stimulus Keaktifan

"Kami mempertanyakan apakah di Perpustakaan ada fasilitas dan petugas untuk mengarahkan para disabilitas?," kata Dian dari perwakilan Dinsos Kabupaten Tegal itu.

Hal serupa tanyakan oleh Guru SLB Manunggal Slawi, Lutfi. Bahkan, Lutfi menyampaikan keinginannya untuk bekerjasama dengan Perpustakaan. SLB Manunggal Slawi berharap agar siswanya bisa belajar di Perpustakaan.

"Kami memiliki siswa di bawah IQ rata-rata, bagaimana fasilitas umum dan sarana di Perpustakaan," tanya Lutfi.

Sekdin Perpusip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho menjelaskan, Perpusip telah memiliki ram jalan disabilitas, namun hanya di lantai 1. Sedangkan, Perpustakaan memiliki tiga lantai. Sejauh ini, Perpustakaan juga belum memiliki kursi roda dan lift untuk ke lantai 2 dan 3. Namun demikian, Perpustakaan telah memiliki ruang inklusi sosial yang bisa digunakan untuk para disabilitas.

"Untuk petugas di Perpustakaan untuk disabilitas sudah siap, tapi butuh latihan untuk belajar bahasa isyarat," ujar Hari.

Kepala Dinas Perpusip Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi menambahkan, dalam waktu dekat, Perpustakaan akan membuat ruang tersendiri untuk disabilitas di lantai 1. Sedangkan untuk pembenahan lainnya akan dianggarkan di tahun 2028. Anggaran itu salah satunya untuk memfasilitasi disabilitas, termasuk buku-buku braile untuk penyandang disabilitas tunanetra.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait