Bakesbangpol Kota Tegal Catat 200 Ormas, Hibah Rp 5-10 Juta Jadi Stimulus Keaktifan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 15.57
Kepala Bakesbangpol Kota Tegal, Budi Saptaji, memimpin forum konsultasi publik bersama organisasi masyarakat, Jumat 28 Agustus 2026.
Kepala Bakesbangpol Kota Tegal, Budi Saptaji, memimpin forum konsultasi publik bersama organisasi masyarakat, Jumat 28 Agustus 2026.

Bakesbangpol Kota Tegal mencatat sekitar 200 ormas, namun hanya sebagian yang aktif dan berpeluang mendapat hibah pemerintah berdasarkan indikator keaktifan.

TEGAL, puskapik.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal, mencatat sekitar 200 organisasi kemasyarakatan atau ormas terdata di wilayahnya.

Dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang aktif dan berpeluang mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah.

Kepala Bakesbangpol Kota Tegal, Budi Saptaji mengatakan, hibah menjadi salah satu instrumen untuk mendorong keaktifan ormas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga: KUALIMA Rilis Single Kedua “Kaping Pindho”, Kisah Luka yang Tak Ingin Terulang Dua Kali

"Untuk ormas memang tidak besar, kisarannya antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dan itu tidak bisa berturut-turut setiap tahun," kata Budi, saat Forum Konsultasi Publik di Kantor Bakesbangpol setempat, Jumat 28 Agustus 2026.

Budi menjelaskan, dari total sekitar 200 ormas, sebanyak 75 di antaranya berbadan hukum, 10 ormas tidak berbadan hukum namun sudah terdaftar.

Sementara sekitar 110 lainnya, tercatat tetapi tidak melakukan pembaruan data selama lebih dari lima tahun.

Baca Juga: KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Obral Jabatan di Pemkab Pemalang

Menurut Budi, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk mendorong pembaruan data sekaligus meningkatkan peran ormas sebagai mitra pembangunan.

"Ormas adalah mitra pemerintah. Kita ingin berjalan berdampingan untuk memajukan Kota Tegal agar lebih baik dari sebelumnya," ujar Budi.

Budi menambahkan, pemberian hibah dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan keaktifan ormas, mulai dari keterlibatan dalam kegiatan pemerintah, aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kepedulian terhadap lingkungan.

"Ini bukan pilih kasih, tetapi berdasarkan indikator keaktifan. Itu yang kami sampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan pemberian bantuan," jelas Budi.

Budi juga menegaskan bahwa hubungan antara ormas dan pemerintah di Kota Tegal selama ini berjalan kondusif.

Tidak ada konflik atau benturan antarormas maupun dengan pemerintah.

"Alhamdulillah sinergitasnya sangat baik. Semua ormas bisa diajak diskusi dan tidak ada konflik yang menonjol," kata Budi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait