Persekat Tegal Degradasi ke Liga 3, Kalah Hadapi Persiba, Suporter Ricuh

Jumat, 8 Mei 2026 | 20.49 WIB
Persekat Tegal
Suporter Persekat Kabupaten Tegal mengamuk setelah Laskar Ki Gede Sebayu menelan kekalahan melawan Persiba Balikpapan dan degradasi ke Liga 3 di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat 8 Mei 2026. (Foto : Guntur/puskapik.com)

Persekat Tegal harus mengakui keunggulan Persiba Balikpapan dalam Play-off Degradasi Championship 2025/2026 di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat 8 Mei 2026.

SLAWI, puskapik.com - Persekat Tegal harus mengakui keunggulan Persiba Balikpapan dalam Play-off Degradasi Championship 2025/2026 di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat 8 Mei 2026.

Hasil pertandingan dua babak dengan skor 1-2 menjadi pil pahit buat tuan rumah.

Dari hasil tersebut, tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu gagal bertahan dan turun tahta ke Liga 3.

Baca Juga: Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes Tembus Nominasi Pelatih Terbaik Nasional

Tak pelak, suporter pun ricuh dan mengamuk dengan membakar barang bekas di tribun sebelah timur GOR Trisanja Slawi.

Meski dalam pertandingan, tim besutan pelatih I Putu Gede tampil taktis sejak awal pertandingan yang dimulai pukul 15.00 WIB.

Serangan demi serangan dilancarkan kedua kesebelasan. Pertandingan semakin panas setelah Persiba berhasil menjebol gawang Persekat yang dijaga Dimas Fani oleh sundulan Sabda di menit 17 hasil umpan silang Rachman.

Sabda dengan kepalanya memasukkan bola ke sudut sempit gawang Persekat. Persekat ngotot dengan memanfaatkan umpan silang dari kedua sisi.

Hingga turun minum di babak pertama, Persekat kalah 1-0.

Di babak kedua, Persekat mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan beberapa pemain pengganti seperti Serra Matos dan Atieda S. pada menit 46.

Persekat meningkatkan serangan dengan mengandalkan sisi sebelah kiri. Alhasil di menit 60, Nathan Ari yang mencoba memberikan umpan lambung kepada rekannya di garis gawang, menyentuh tangan pemain lawan.

Baca Juga: Petugas dan Warga Binaan Lapas Kendal Jalani Tes Urin Mendadak, Hasil Seluruhnya Negatif

Sontak, pemain dan para penonton berteriak penalti. Wasit membunyikan peluat dan meminta waktu untuk cek Var.

Setelah beberapa saat, wasit membunyikan peluit untuk tendangan bebas ke gawang Persiba, karena hand ball terjadi di luar kotak penalti.

Akan tetapi, pemain lawan yang hand ball, Bintang Arrahim dijatuhi sanksi kartu merah.

Tendangan bebas tidak membuahkan hasil. Baru di menit 67, Nathan Ari kembali memberikan umpan silang dari sayap sebelah kiri.

Kemelut terjadi, dan bolah muntah dari pemain Persiba, disikat Syahertian. Tendangan yang tak begitu keras menjebol gawang Persiba yang dijaga Lalu. Persekat sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sejak awal pertandingan, Persiba Balikpapan langsung memberikan tekanan yang menyulitkan barisan pertahanan tuan rumah.

Tim tamu berhasil unggul lebih dulu pada menit 17 melalui aksi Sabda yang memanfaatkan umpan dari Rachman. Gol tersebut membuat Persekat tertinggal 0-1 hingga babak pertama tuntas.

Memasuki babak kedua, Persekat mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan beberapa pemain pengganti seperti Serra Matos dan Atieda S. pada menit 46.

Upaya ini membuahkan hasil pada menit 67 ketika Syahertian sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan dengan maksimal oleh Persekat.

Hanya berselang 2 menit setelah gol penyama kedudukan, lini belakang Persekat justru lengah.

Nofiansyah mencetak gol kemenangan bagi Persiba Balikpapan pada menit 69, mengubah skor menjadi 1-2.

Upaya Persekat menyamakan kedudukan nyaris terjadi. Laskah Gede Sebayu ini bisa mencetak gol pada menit ke 87.

Berawal dari bola lampung ke arah gawang Persiba, membuat Lalu keluar dari sarangnya.

Baca Juga: Sekolah Filologi Digelar, Naskah Kuno Islam Nusantara di Kaliwungu Kendal Mulai Didata

Benturan kiper Persiba dan pemain Persekat, dimanfaatkan Barbosa untuk mencetak gol.

Sorak penonton yang mencapai 3.500 orang itu, pecah. Sayang, wasit yang mengecek VAR menyatakan gol tidak sah. Penjaga gawang Persiba diganjar kartu merah.

Pertandingan kembali dengan tensi tinggi. Sejumlah pelanggaran dilakukan pemain Persekat, dan dimanfaatkan pemain Persiba untuk mengulur-ulur waktu.

Sejumlah peluang diciptakan Persekat, namun belum membuahkan hasil. Hingga peluat panjang dibunyikan, skor tetap 1-2 untuk kemenangan Persiba.

Kekecewaan support Persekat memuncak dengan memaki dan melempari wasit, termasuk para pemain Persiba.

Beruntung, pihak keamanan dengan sigap mengamankan para pemain untuk masuk ke ruang ganti.

Pemain Persiba dan wasit juga langsung keluar dari GOR Trisanja Slawi.

Sementara itu, kekalahan Persekat sampai terdegradasi ke Liga 3, membuat suporter Persekat kecewa. Sejumlah petasan dilemparkan ke lapangan.

Mereka juga tampak bakar-bakaran di Tribun Timur. Kericuhan pun tak terelakkan.

Beruntung, petugas keamanan dari Polres Tegal berhasil meredam perkelahian tersebut. Baku hantam juga terjadi antar suporter Persekat hingga menjelang Magrib.

Petugas keamanan terus berjaga-jaga di sejumlah titik rawan kerusuhan.***

Artikel Terkait