Prihatin, Puluhan Ribu Keluarga di Kabupaten Tegal Butuh Air Bersih Tiap Hari

Minggu, 6 September 2026 | 16.25
Petugas mendiskusikan air bersih ke warga di Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, baru-baru ini.
Petugas mendiskusikan air bersih ke warga di Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)

Puluhan ribu keluarga di Kabupaten Tegal terdampak kemarau sejak Juli 2026, dengan 25.301 KK atau 83.736 jiwa menerima bantuan air bersih.

SLAWI, puskapik.com - Puluhan ribu keluarga di Kabupaten Tegal menggantungkan kebutuhan air bersih dari bantuan pemerintah dan pihak swasta tiap hari. Kondisi itu seiring dengan musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Tegal sejak Juli 2026.

"Sumber air mengering sejak Juli lalu. Kebutuhan air tiap hari dan tidak bisa digantikan. Kami berharap distribusi bisa dilakukan tiap hari," kata warga Suradadi, Agus (45) saat mengantre air bersih bantuan BPBD Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Untung Subagyo membenarkan kekeringan mulai terjadi sejak Juli 2026. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya permintaan air bersih dari warga. Sejak saat itu, BPBD menyalurkan secara rutin warga yang membutuhkan air bersih. Sejak 21 Juli sampai 2 September 2026, BPBD mencatat sudah mendistribusikan sebanyak 69 tangki atau 276.000 liter air bersih. Total distribusi air bersih dari sejumlah instansi dan lembaga mencapai 1.003.000 liter atau setara 235 tangki.

Baca Juga: Tegar dan Dheandra Atlet Panahan Persembahkan Medali untuk Pemalang

"Sejauh ini, distribusi untuk 25.301 kepala keluarga (KK) atau 83.736 jiwa yang tercatat sebagai penerima manfaat," kata Untung.

Dijelaskan Untung, distribusi bantuan BPBD menyasar lima kecamatan yang terdampak kekeringan. Yakni Kecamatan Suradadi, Jatinegara, Pangkah, Balapulang, dan Kedungbanteng.

Selain BPBD, sejumlah lembaga turut membantu penyaluran air bersih untuk masyarakat terdampak.

Berdasarkan rekapitulasi distribusi bantuan, Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi lembaga dengan distribusi terbesar setelah BPBD. PMI telah menyalurkan 103 tangki atau 412.000 liter air bersih di tujuh kecamatan dan 16 desa.

Selanjutnya, PDAM menyalurkan 53 tangki atau 265.000 liter air bersih di empat kecamatan dan 11 desa.

Baca Juga: Kota Tegal Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Tenis Meja 2026

Bantuan juga datang dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebanyak dua tangki atau 10.000 liter disatu kecamatan dan satu desa.

Kemudian LazisNU menyalurkan empat tangki atau 20.000 liter air bersih yang tersebar di satu kecamatan dan tiga desa.

Sementara RSUD Suradadi turut menyalurkan empat tangki atau 20.000 liter air bersih di dua kecamatan dan empat desa.

"Jika digabungkan, bantuan dari BPBD, PMI, PDAM, MDMC, LazisNU, dan RSUD Suradadi telah menjangkau 7 Kecamatan yang terdampak kekeingan, yakni, Warureja, Suradadi, Jatinegara, Balapulang, Kedungbanteng, Pangkah dan Margasari," terang Untung.

Untung menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau. Distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait