Rekomendasi Jalur Alternatif Pemudik saat Arus Balik Lebaran Jalur Ajibarang-Bumiayu Macet

Selasa, 24 Maret 2026 | 21.47
jalur alternatif
Sejumlah kendaraan melintasi jalur Purbalingga-Jatinegara untuk balik ke Jakarta, Selasa (24/3/2026).

jalur tengah Ajibarang-Bumiayu padat merayap di sejumlah titik, sehingga pemudik membutuhkan jalur alternatif untuk hindari kemacetan

SLAWI, puskapik.com - Kemacetan parah terjadi di jalur tengah Ajibarang-Bumiayu padat H+3 Lebaran Idul Fitri tahun 2027. Ini salah satu jalur yang direkomendasikan untuk pemudik untuk arus balik Lebaran.

Pantauan di lapangan, jalur tengah Ajibarang-Bumiayu padat merayap di sejumlah titik.

Antrean kendaraan hingga belasan kilometer terjadi mulai tapel batas Banyumas-Brebes hingga Waduk Penjalin.

Baca Juga: Pelepasan Pemudik di Kendal Tandai Pemberlakuan One Way Arus Balik Lebaran 2026

Hal itu dikarenakan keluar masuk mobil para pengunjung Waduk Penjalin yang mengalami peningkatan di liburan Lebaran tahun ini.

Kepadatan juga terjadi mulai Puskemas Winduaji hingga Puskesmas Paguyangan. Selain itu, kepadatan juga terjadi mulai dari RSU Allam Medica Bumiayu hingga SPBU Kalisalak. Pasar Linggapura juga jadi titik kemacetan lainnya di jalur tengah itu.

Sejumlah kendaraan yang mengetahui kondisi jalur Ajibarang-Bumiayu, memilih jalur alternatif lainnya.

Jalur itu melalui Purbalingga arah Belik, Kabupaten Pemalang. Jalan yang terbilang cukup bagus itu, tidak separah di Bumiayu. Kendati ada peningkatan lalu lintas di jalur tersebut, namun masih lancar dan tidak ada antrean kendaraan.

Jalan alternatif Purbalingga-Jatinegara, bisa menjadi rujukan para pemudik yang akan balik ke Jakarta. Jalan memang berkelok dan turunan serta tanjakan yang cukup tajam.

Namun demikian, jika kendaraan dalam kondisi baik dan pengemudi cukup terampil, maka tidak menjadi persoalan.

"Saya pulang dari Ajibarang akan ke Tegal, tapi melalui jalur Purbalingga-Jatinegara. Ini karena di Bumiayu macet parah," kata Putro (35) saat ditemui di Jatinegara, Selasa sore, 24 Maret 2026.

Baca Juga: Macet Panjang di Tol KM 463, Dipicu Bukaan One Way dan Antrean Rest Area

Ia mengaku memantau jalur Ajibarang-Bumiayu melalui google map. Dalam laporannya, ada beberapa titik jalur merah. Sejumlah informasi juga didapatkan dari media sosial, sehingga memilih jalur alternatif lainnya yang lancar.

"Beberapa tahun silam, kami pulang dari Ajibarang melalui jalur Bumiayu. Kondisinya sangat parah dan bisa memakan waktu sangat lama," ujar Putro.

Dibeberkan, jalur Ajibarang-Bumiayu dalam kondisi normal bisa ditempuh antara 2,5-3 jam. Namun, pada saat arus balik Lebaran bisa mencapai 10 jam. Hal itu dikarenakan jalur sempit dan volume kendaraan sangat tinggi. Aksi pengendaraan yang saling mendahului juga menjadi penyebab kemacetan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait