Rest Area Non Tol Cacaban: Peluang Emas Menarik Investor dan Tingkatkan PAD Kabupaten Tegal

Senin, 11 Mei 2026 | 13.59
Illustrasi
Illustrasi

Waduk Cacaban dinilai berpotensi menjadi pendongkrak PAD Kabupaten Tegal jika terhubung dengan Tol Pejagan-Pemalang. Selain menarik investor, kawasan ini juga bisa menjadi rest area wisata bagi pengguna tol yang ingin beristirahat dengan suasana tenang dan nyaman.

SLAWI, puskapik.com - Waduk Cacaban akan menjadi pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tegal dan bisa untuk menarik investor, jika obyek wisata ini dikoneksikan dengan tol Pejagan - Pemalang. Jadi, bagi pengguna tol yang kelelahan karena perjalanan lalu ingin mencari rest area yang nyaman, maka Cacaban menjadi pilihan yang cocok.

Ide dan gagasan ini, dikemukakan oleh seorang pemerhati ruang publik, Dr. Ismiyanto, S.H., M.H., M.M., Ia mengatakan, bahwa jika obyek wisata Cacaban bisa dikoneksikan dengan jalan tol, maka akan menjadi peluang ekonomi yang bagus untuk Kabupaten Tegal. Gagasan yang visioner tersebut tentu dikembalikan kepada ‘Good will’ dari pemerintah daerah.

Baca Juga: 35 Peserta Meriahkan Festival Anak Sholeh Indonesia IX di Tegal

Jarak waduk Cacaban dari exit tol Adiwerna kurang lebih 15 kilometer, waktu tempuh akan tergantung dari kondisi lalu lintas saat itu, namun jika dibangun jalur tersendiri dari exit tol Adiwerna diperkirakan kurang lebih berjarak 10 kilometer, tentunya akan mempercepat waktu tempuh dibandingkan jalur non tol.

Cacaban merupakan penampungan air berupa waduk atau bendungan yang berfungsi untuk irigasi pertanian di wilayah Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Waduk ini merupakan jejak peninggalan Presiden RI pertama, Ir Soekarno.

Kini difungsikan juga sebagai objek wisata dan menjadi sumber ikan air tawar. Waduk ini bisa menampung air hampir 50 juta meter kubik. Tempatnya yang luas dan keheningan suasananya menjadikan Cacaban cocok untuk relaksasi setelah beraktivitas maupun kepenatan seharian dalam perjalanan. **

Artikel Terkait