Sempat Tertunda, Pembangunan Jembatan Kalierang Balapulang Tegal Akhirnya Rampung

Selasa, 9 Juni 2026 | 15.53
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan senang dengan selesainya pembangunan Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Selasa, 9 Juni 2026.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan senang dengan selesainya pembangunan Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Selasa, 9 Juni 2026.

Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Balapulang, resmi rampung setelah sempat mengalami keterlambatan. Infrastruktur vital ini kembali membuka akses warga.

SLAWI, puskapik.com – Proyek pembangunan Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, akhirnya resmi selesai dikerjakan.

Rampungnya jembatan yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Balapulang, Bojong, dan Jatinegara ini disambut baik oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman.

"Keterlambatan pembangunan Jembatan Kalierang ini sudah teratasi dan selesai. Kami turut senang karena jembatan ini sangat dinantikan oleh masyarakat," ungkap Ischak saat ditemui usai membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP Kabupaten Tegal di GOR Indoor Tri Sanja Slawi, Selasa, 9 Juni 2026.

Baca Juga: Diresmikan Bupati, PT Aneka Usaha Brebes Beres Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Sebagai bentuk rasa syukur, warga dan pemerintah daerah menggelar acara tasyakuran di lokasi jembatan pada Selasa malam. "Alhamdulillah, tasyakuran dilaksanakan nanti malam sekitar pukul 19.30," tuturnya.

Proyek infrastruktur ini dibiayai melalui dua tahap anggaran. Tahap pertama pada tahun 2024 dialokasikan sebesar Rp3 miliar khusus untuk pengadaan kerangka jembatan.

Selanjutnya, pembangunan fisik dimulai pada 27 Juni 2025 dengan target awal pelaksanaan selama 150 hari kalender. Proyek tahap kedua ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,958 miliar dari total pagu anggaran Rp3 miliar.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Adu Prestasi di Ajang O2SN Tingkat SD dan SMP Kabupaten Tegal

Sesuai jadwal awal, pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada 23 November 2025 dengan masa pemeliharaan selama 180 hari. Namun dalam proses pengerjaannya, proyek mengalami sejumlah kendala teknis dan faktor alam yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai sesuai jadwal.

Pada proses pemasangan struktur jembatan, tim teknis juga menghadapi hambatan lain berupa banjir yang beberapa kali terjadi di lokasi proyek. Kondisi tersebut menyebabkan pemasangan perancah atau penyangga konstruksi harus dilakukan berulang kali.

Keterlambatan juga dipicu oleh masalah teknis pada tahap awal pemasangan konstruksi. Menurutnya, tenaga aplikator yang sebelumnya menangani pemasangan komponen jembatan melakukan kesalahan teknis sehingga hasil pemasangan tidak sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.

“Memang pada tahun 2025 terjadi keterlambatan, sehingga diperpanjang. Penyedia jasa tetap berkomitmen menyelesaikan. Karena kalau tidak diselesaikan, yang dirugikan masyarakat, karena jembatan ini akses penting ,”imbuhnya.

Artikel Terkait