Sungai Cacaban di Padasari Tegal Kering, Warga Andalkan Bantuan Air Bersih

Jumat, 11 September 2026 | 11.56
Sungai Cacaban yang melintasi Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kering kerontang, baru-baru ini. (Guntur)
Sungai Cacaban yang melintasi Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kering kerontang, baru-baru ini. (Guntur)

Sungai Cacaban di Desa Padasari, Tegal, kering sejak dua pekan. Warga terdampak tanah bergerak kesulitan air bersih dan mengandalkan sumur serta bantuan.

SLAWI, puskapik.com - Sungai Cacaban yang melintasi Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kering kerontang sejak dua pekan lalu. Warga hanya mengandalkan air sumur tersisa dan bantuan air bersih.

Pantauan di lapangan, kekeringan di Desa Padasari yang mengalami bencana tanah bergerak pada Februari 2026 itu, terlihat dari aliran Sungai Cacaban yang mengering.

Air hanya terlihat di sejumlah titik genangan di dasar sungai yang mengering. Hanya terlihat bebatuan, dan aliran sungai layaknya jalan belum beraspal.

Baca Juga: Guru di Tegal Diarahkan Kuasai AI, Agung Widyantoro : Belajar Tak Cukup dari Buku

"Air Sungai Cacaban mengering sejak dua Minggu lalu. Sumber air di atas juga mengering," kata seorang warga Desa Padasari, Aziz Khoerudin (60), baru-baru ini.

Aziz yang juga korban bencana tanah bergerak itu, mengakui kekeringan Sungai Cacaban kerap terjadi di desanya. Namun, pascabencana bencana kekeringan makin parah.

Aziz yang tinggal di hunian sementara (Huntara) akibat rumahnya ambruk, hanya mengandalkan air dari bantuan air bersih.

"Di huntara juga ada suplai air dari sungai terdekat, tapi karena kering juga sulit mendapatkan air bersih," ujarnya.

Baca Juga: Dua Kebakaran Terjadi Bersamaan di Kendal, Gudang Benang Nyaris Terjilat Api

Akan tetapi, kata dia, beberapa sumur warga di lokasi bencana, masih keluar air. Warga yang masih tinggal di lokasi bencana, memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sejauh ini, belum ada dropping air di wilayah bekas bencana. Padahal, masih banyak yang tinggal di situ," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Tegal, Untung Subagio mengatakan, sebaran desa yang mengalami kekeringan dan mendapat pasokan air bersih meliputi, Kecamatan Suradadi di Desa Harjasari, Jatimulya, Purwahamba, dan Kertasari. Kecamatan Jatinegara di Desa Mokaha, Lembahsari, Penyalahan, Padasari, Sitail, Tamansari dan Dukuhbangsa. Kecamatan Balapulang di Desa Sesepan dan Harjawinangun. Kecamatan Warureja di Desa Kendayakan, Sigentong, Kedungjati, dan Kedungkelor.

Kecamatan Kedungbanteng di Desa Karanganyar dan Tonggara. Kecamatan Pangkah di Desa Dermasuci dan Kecamatan Margasari di Desa Prupuk Utara.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan yang cepat dan merata di 21 desa terdampak,"

Ditambahkan, sejak Juli 2026 hingga 3 September 2026, tercatat sebanyak 1.003.000 liter air bersih didistribusikan ke 21 desa dan dirasakan manfaatnya oleh 83.736 jiwa atau 25.301 KK. Distribusi air bersih menggunakan seluruh armada dari BPBD yang berkolaborasi dengan PMI, PDAM, MDMC, LAZISNU, dan RSUD Suradadi.

Halaman 1 dari 2