Tampil Memukau, Anindita Sabet Juara 1 Lomba Bertutur Kabupaten Tegal

Jumat, 17 April 2026 | 05.53
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Hari Nugroho (nokor empat dari kanan) menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Bertutur Siswa SD/ MI Kabupqten Tegal, Kamis , 16 April 2026.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Hari Nugroho (nokor empat dari kanan) menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Bertutur Siswa SD/ MI Kabupqten Tegal, Kamis, 16 April 2026.

Anindita Keisha Zahra raih Juara 1 Lomba Bertutur Kabupaten Tegal 2026, tampil memukau dan siap wakili daerah ke tingkat provinsi.

SLAWI, puskapik.com– Anindita Keisha Zahra, siswi kelas 5 SDN Pesarean 01 Adiwerna, sukses menorehkan prestasi gemilang.

Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal di ruang auditorium kantor setempat.

Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis, 16 April 2026 sore, menutup rangkaian lomba yang berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 44 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Pemkab Tegal Dukung Uji Coba Digitalisasi Bansos, Perkuat Transparansi dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Membawakan legenda rakyat bertajuk Percikan Tongkat Sunan karya Murhikmah, penampilan Anindita berhasil membius dewan juri dan penonton.

Atas capaian ini, ia berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta serta tiket untuk mewakili Kabupaten Tegal di tingkat provinsi.

Posisi runner-up atau Juara 2 diraih oleh Muhammad Ishaq Syafii (SDN Jembayat 03 Margasari), disusul Moh Hilal Al Fadihyl (MIN 3 Tegal) sebagai Juara 3. Sementara itu, Juara Harapan 1 hingga 3 secara berurutan diraih oleh Azzahra Aviyana (SDN Begawat 01 Bumijawa), Naura Ashilla Tanari (MI Bustanul Huda 01 Dawuhan), dan Shidqi Ahlan Khabibi (SDN Balapulang Kulon 01).

Baca Juga: Universitas Bhamada Slawi Segera Buka Lima Prodi Baru, dari Hukum hingga Psikologi

Juri dari Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Robbi Albaari, mengakui ketatnya persaingan tahun ini. Menurutnya, kemampuan para peserta dalam mendalami karakter sangat luar biasa.

“Penampilan peserta cukup mengejutkan kami. Dari segi pembawaan, artikulasi, hingga penggunaan properti, semuanya sudah sangat mumpuni. Ini sempat menyulitkan kami dalam penilaian,” ungkap Robbi. Selain perwakilan Dewan Kesenian, penjurian juga melibatkan tenaga pendidik dari SMAN 1 Dukuhwaru dan SMKN 1 Slawi.

Sebelumnya, Plt. Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho, menekankan lomba ini merupakan bentuk investasi karakter bagi generasi muda. Ia menyebutkan tiga manfaat utama, penguatan literasi, pemupukan kepercayaan diri, dan pelestarian budaya lokal.

“Dengan membawakan cerita rakyat, anak-anak sedang menyambung napas peradaban agar nilai budi pekerti tidak hilang ditelan zaman,” ujar Hari.

Hari juga memberikan analogi menarik. Ia mengibaratkan anak yang gemar membaca sebagai pohon dengan akar kuat, sedangkan kemampuan bertutur adalah buahnya.

“Pohon yang akarnya kuat tapi tidak berbuah hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri. Namun, pohon yang berbuah lebat akan memberikan keteduhan bagi sekitarnya. Inilah yang dilakukan anak-anak kita, belajar memberi manfaat melalui cerita,”ujarnya.

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip, Sri Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan ini didanai sepenuhnya oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Tahun Anggaran 2026. Ia berharap pendampingan terhadap pemenang terus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait