Tanah Bergerak di Kajen Lebaksiu, Bupati Tegal Tawarkan Solusi Relokasi 24 Rumah Warga Terdampak

Puluhan rumah di Dukuh Blimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal terdampak tanah bergerak, Bupati Tegal tawarkan solusi relokasi
SLAWI, puskapik.com - Puluhan rumah di Dukuh Blimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal terdampak tanah bergerak.
Bencana yang kerap terjadi setiap kali turun hujan ini membuat warga was- was setiap saat, karena rumah mereka tidak lagi menjadi tempat berlindung yang aman dan nyaman.
Terkait bencana yang sudah bertahun- tahun dihadapi warga, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menawarkan sejumlah solusi kepada warga setempat.
Baca Juga: 107 PPKS Pemalang Terima Bantuan Senilai Rp 192.800.000
Di antaranya merelokasi hunian warga dan melakukan penyodetan Sungai Gung.
Hal ini disampaikan saat Bupati Ischak meninjau permukiman warga yang terdampak tanah bergerak di Dukuh Blimbing, Rt 03 dan 04, Rw 09, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu , Kabupaten Tegal, Jumat, 30 Januari 2026.
Bupati berkeliling mengecek rumah warga yang dinding dan lantainya mengalami retak termasuk ke Masjid Baitul Mutaqin yang sebagian dindingnya mengalami retak.
Sesuai penuturan Kepala Desa Kajen M Khalimi, kejadian tanah bergerak di RW 09 Desa Kajen terjadi sejak lima tahun lalu dan kondisinya semakin memprihatinkan.
Wilayah yang terdampak tanah bergerak semakin luas dan jumlah rumah yang terdampak semakin banyak.
Baca Juga: DPRD Kota Tegal Luncurkan Sidulmas Melon, Permudah Masyarakat Sampaikan Aspirasi
"Melihat kondisi tebing yang tingginya 30 meter sampai 50 meter, jika dilakukan penanganan infrastruktur membutuhkan biaya yang sangat besar . Estimasi dari Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Tegal, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 50 miliar," tutur Bupati Ischak.
Terkait relokasi hunian warga, Bupati Ischak menawarkan kepada 24 warga yang rumahnya rusak parah.
Bupati menyampaikan, tanah relokasi akan diadakan secara swadaya dan kepala desa diminta segera mempersiapkan administrasi terkait hal tersebut.
Pemkab Tegal juga akan mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mendapat bantuan hibah rehabilitasi rekonstruksi (RR).
" Nanti ada bantuan huntap ( hunian tetap) agar masyarakat bisa menempati rumahnya lebih aman, ketimbang di sini tidak aman,tidak nyaman, risikonya tinggi kalau malam tiba- tiba banjir , saya khawatir," tutur Bupati Ischak.
Artikel Terkait

Update Gunung Slamet Terkini, Terjadi 9 Kali Gempa Low Frequency

32 Tim Ramaikan Turnamen Kapolres Tegal Cup IV, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta

Layanan SIM Hingga Gudang Senjata Api Polres Tegal Jadi Sasaran Tim Audit Tim Itwasda Polda Jateng
