300 Kapal Nelayan Tegal Bergantung Solar Subsidi

Rabu, 13 Mei 2026 | 20.13
SPBUN KUD Karya Mina, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, akan kembali beroperasi setelah penyelesaian seluruh kelengkapan syarat selesai.
SPBUN KUD Karya Mina, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, akan kembali beroperasi setelah penyelesaian seluruh kelengkapan syarat selesai.

Sekitar 300 kapal nelayan kecil di Tegal bergantung solar subsidi. Stok aman, distribusi dijaga agar aktivitas melaut tetap lancar tanpa kendala.

TEGAL, puskapik.com - Sekitar 300 kapal nelayan kecil di wilayah Tegal masih bergantung pada pasokan BBM jenis solar subsidi untuk mendukung aktivitas melaut sehari-hari.

Ketergantungan ini terutama terjadi pada nelayan dengan kapal berukuran di bawah 30 gross tonnage atau GT yang masuk kategori penerima subsidi sesuai ketentuan pemerintah.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Riswanto mengatakan, penggunaan solar subsidi masih menjadi kebutuhan utama nelayan kecil karena biaya operasional yang relatif tinggi jika menggunakan BBM non subsidi.

Baca Juga: Diduga Aniaya Rekan Kerja dengan Sajam, Perselisihan Pekerja Perantauan di Bojong Pekalongan Berakhir Damai

Riswanto menyebut, secara umum kondisi alokasi BBM solar subsidi di wilayah Tegal masih dalam kategori aman.

Meski demikian, dinamika di lapangan tetap terjadi, terutama ketika kebutuhan meningkat pada periode tertentu.

"Tegal aman untuk alokasi BBM solar. Namun jika di pertengahan bulan terjadi kekurangan, nelayan bisa segera mengajukan penambahan alokasi melalui Dinas Perikanan kabupaten atau kota," ujar Riswanto, Rabu 13 Mei 2026.

Baca Juga: Pasar Hewan Gondang Cepiring Kendal Butuh Perbaikan, Pedagang Keluhkan Fasilitas Rusak

Menurut Riswanto, mekanisme tersebut menjadi solusi agar distribusi tetap terkendali dan tepat sasaran, sekaligus menghindari potensi kelangkaan di tingkat nelayan.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan stok solar subsidi di wilayah Jawa Tengah dan DIY dalam kondisi aman.

Bahkan, secara regional stok tercatat mencapai 14,4 kali lipat dari konsumsi normal harian.

Khusus di wilayah Tegal, stok solar subsidi di SPBU saat ini berada pada level 1,2 kali lipat dari konsumsi normal harian dan terus dijaga melalui suplai rutin.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga RJBT, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa penyaluran BBM subsidi untuk nelayan telah diatur melalui mekanisme yang ketat agar tepat sasaran.

Nelayan dengan kapal di bawah 30 GT dapat mengakses solar subsidi melalui SPBU Nelayan dengan menggunakan QR Code Subsidi Tepat, maupun melalui SPBU reguler dengan melampirkan surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.

Selain itu, layanan BBM untuk nelayan di wilayah Tegal saat ini didukung oleh sejumlah SPBU Nelayan yang tersebar di beberapa titik, sehingga memudahkan akses bagi nelayan pesisir.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait