Air Mata Penjual Air Bersih Iringi Putrinya Jadi Paskibraka Kota Tegal

Minggu, 16 Agustus 2026 | 14.39
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengukuhkan paskibraka tahun 2026 di Ruang Adipura, Minggu 16 Agustus 2026.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengukuhkan paskibraka tahun 2026 di Ruang Adipura, Minggu 16 Agustus 2026.

Air mata haru penjual air bersih keliling, Wachid, pecah saat menyaksikan putrinya, Bintang, dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Tegal 2026.

TEGAL, puskapik.com - Air mata itu jatuh pelan di pipi Wachid. Di tengah suasana khidmat pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Kota Tegal 2026, pria 66 tahun itu tak kuasa menahan haru.

Di Kompleks Balai Kota Tegal, Minggu 16 Agustus 2026, Wachid berdiri di antara para orang tua lainnya. Namun, kebahagiaan Wachid terasa berbeda.

Matanya berkaca-kaca saat menyaksikan putrinya, Bintang, resmi dikukuhkan menjadi bagian dari pasukan pengibar Sang Saka Merah Putih.

Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Sehari-hari, Wachid merupakan penjual air bersih keliling dengan gerobak, menyusuri jalan demi jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tapi hari ini, langkah hidupnya seolah berhenti sejenak, digantikan rasa bangga yang sulit diucapkan dengan kata-kata.

"Gak pernah menyangka anak saya bisa menjadi paskibraka. Kami bangga dan senang," ucap Wachid.

Bintang, siswi jurusan akuntansi di SMK Negeri 2 Kota Tegal, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Target Dry Port Jateng Dua Tahun Harus Berdiri

Bintang berhasil melewati serangkaian seleksi ketat selama berbulan-bulan, hingga akhirnya terpilih bersama 71 anggota Paskibraka lainnya.

Mulai hari itu, mereka memasuki masa karantina, mempersiapkan diri untuk tugas besar, mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jalan Pancasila, Senin 17 Agustus 2026.

Bagi Wachid, pencapaian putrinya bukan sekadar prestasi. Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi tinggi.

Di hadapan para anggota Paskibraka, Dedy Yon Supriyono menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni.

"Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah amanah. Amanah yang lahir dari proses seleksi yang ketat, latihan yang disiplin serta komitmen yang tinggi," ujar Dedy.

Dedy juga mengingatkan bahwa tugas para anggota bukan hanya mengibarkan bendera, tetapi membawa nama baik keluarga, sekolah dan daerah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait