Biaya Bongkar Ditambah, PT KAI Tetap Lakukan Pembongkaran Rumah di Tegal Jelang Puasa

Jumat, 6 Februari 2026 | 13.31 WIB
PT KAI Daop 4 Semarang, menggelar sosialisasi lanjutan, terkait pembongkaran rumah warga Kelurahan Panggung yang menempati kawasan Depo Tegal, Jumat 5 Februari 2026.
PT KAI Daop 4 Semarang, menggelar sosialisasi lanjutan, terkait pembongkaran rumah warga Kelurahan Panggung yang menempati kawasan Depo Tegal, Jumat 5 Februari 2026.

PT KAI Daop 4 Semarang pastikan pembongkaran 29 rumah di Kelurahan Panggung, Kota Tegal, tetap dilakukan sebelum Ramadan.

TEGAL, puskapik.com - PT KAI Daerah Operasional 4 Semarang memastikan pembongkaran 29 rumah warga di RT 17 dan RT 18/ RW 07 Kelurahan Panggung, Kota Tegal, tetap dilaksanakan sebelum bulan Ramadan.

Kepastian itu disampaikan dalam sosialisasi lanjutan rencana pengembangan Depo Tegal yang digelar di Balai Pertemuan Kelurahan Panggung, Kota Tegal, Jumat 6 Februari 2026.

Manajer Penjagaan Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Rifialda mengatakan, lokasi telah dilakukan pengecekan dan sebagian warga bahkan sudah mulai melakukan pembongkaran secara mandiri.

"Karena sifatnya urgen, maka pembongkaran harus tetap dijalankan sebelum puasa," kata Rifialda.

Baca Juga: Inilah Penyebab Tanah Bergerak di Padasari Tegal

Meski demikian, PT KAI Daop 4 Semarang memberikan kebijakan tambahan biaya bongkar bagi warga yang memilih melakukan pembongkaran secara mandiri.

Tambahan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan angkutan material bongkaran.

Dalam kesempatan itu, Rifialda juga menyampaikan permohonan maaf lantaran permintaan penundaan waktu pembongkaran dari warga tidak dapat dipenuhi.

Usai sosialisasi, PT KAI akan kembali melakukan survei di lokasi terdampak.

Sementara itu, Deputi Pengamanan Objek Vital PT KAI Daop 4 Semarang, Kompol Supriyanto, menjelaskan mekanisme pemberian kompensasi pembongkaran kepada warga.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Kembali Meninjau Pengungsi Bencana Tanah Gerak di Tegal Bersama Wapres Gibran

Supriyanto mengingatkan agar warga segera menyiapkan nomor rekening masing-masing.

"Ongkos bongkar tidak diberikan secara tunai. Semua melalui transfer untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Supriyanto.

Kapolsek Tegal Timur, Kompol Suratman, turut mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pihak PLN agar aliran listrik dipadamkan sebelum proses pembongkaran dilakukan demi keselamatan.

Sementara Lurah Panggung, Rokhiman, meminta para ketua RT dan RW untuk ikut menjaga kondusivitas lingkungan.

Rokhiman menegaskan bahwa berbagai usulan warga sudah diupayakan dan diperjuangkan, namun PT KAI tetap memiliki kebijakan tersendiri.

"Mengingat pembongkaran tetap dilakukan sebelum puasa, masyarakat diharapkan mulai melakukan penataan. Barang-barang yang masih bisa diamankan agar segera dipindahkan," ujar Rokhiman.

Diberitakan puskapik.com sebelumnya, dari total 29 rumah yang akan dibongkar, sebanyak 24 rumah berada di RT 17 dan lima rumah di RT 18.

Pembongkaran dilakukan untuk mendukung pengembangan Depo Tegal dan emplasemen Stasiun Tegal.

Kawasan tersebut nantinya akan digunakan sebagai akses keluar-masuk alat berat serta jalur distribusi bahan bakar minyak atau BBM.

Artikel Terkait