Gubernur Ahmad Luthfi Kembali Meninjau Pengungsi Bencana Tanah Gerak di Tegal Bersama Wapres Gibran

Jumat, 6 Februari 2026 | 12.33
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat, 6 Februari 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat, 6 Februari 2026.

Gubernur Ahmad Luthfi mendampingi Wapres Gibran meninjau bencana tanah bergerak Desa Padasari, Tegal, dalam kunjungan kedua pascarapat darurat.

TEGAL, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat, 6 Februari 2026.

Kunjungan ini menjadi yang kedua, setelah sebelumnya Wapres Gibran lebih dulu meninjau kondisi lapangan sekaligus memimpin rapat darurat penanganan bencana pada Rabu, 4 Februari 2026.

Wapres Gibran tiba di posko pengungsian yang berada di rumah warga bernama Kamal sekitar pukul 09.35 WIB. Setibanya di lokasi, Wapres langsung berbincang singkat dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Kapolda Jawa Tengah, serta sejumlah tokoh setempat.

Baca Juga: Wapres Gibran Akan Tinjau Desa Padasari

Usai berbincang, Wapres Gibran didampingi Gubernur Luthfi bergerak meninjau langsung kondisi rumah warga di titik terdampak pergerakan tanah Desa Padasari.

Rombongan menggunakan kendaraan roda dua karena akses terbatas dan kondisi tanah di Desa Padasari yang masih labil.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran negara sejak awal dalam penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal. Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait di Posko Terpadu Kesehatan Desa Padasari, Rabu 4 Februari 2026.

“Hadirnya negara adalah memberikan kepastian bahwa masyarakat di huntap (hunian tetap) bisa eksis dan mandiri. Inilah hadirnya negara yang kita tunggu-tunggu,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah warga.

Hingga sore hari, tercatat sekitar 250 rumah terdampak dan 804 jiwa terpaksa mengungsi.

Artikel Terkait