Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Embung Karangjati, Siap Airi 40 Hektare Sawah

Senin, 2 Maret 2026 | 20.38
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan  embung di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada Senin, 2 Maret 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan embung di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada Senin, 2 Maret 2026.

Embung Karangjati diresmikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, mampu irigasi 40 hektare sawah, tingkatkan panen hingga 3 kali dan dorong ekonomi warga Blora.

BLORA, puskapik.com — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan embung di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada Senin, 2 Maret 2026. Keberadaan embung ini memberikan harapan baru bagi para petani dan masyarakat sekitar.

Sebab, embung diharapkan dapat menjadi sumber irigasi dan air baku sehingga meningkatkan produktivitas panen dan perekonomian warga.

Ada dua embung yang dibangun di lokasi tersebut, yaitu Embung Utara dan Embung Selatan. Embung Utara memiliki dimensi 78x68 m² dengan volume tampungan embung mencapai sekitar 18.678 m³.

Baca Juga: 521 Warga Desa Padasari Bisa Bernafas Lega, Reaktivasi KIS PBI JKN Disetujui Kemensos

Sementara Embung Selatan berdimensi 138x93 m² dengan volume tampungan embung mencapai 49.320 m³. Nilai anggaran pembangunan sekitar Rp8,5 miliar dan diproyeksikan dapat mengairi 40 hektare lahan pertanian, menjadi sumber air baku pada musim kemarau, dan meningkatkan kegiatan UMKM di sekitarnya.

"Embung ini nanti dapat menghidupi 40 hektare lahan pertanian dan bisa sampai tiga kali panen. Kemudian bisa meningkatkan UMKM di wilayah kita," kata Luthfi usai peresmian.

Melihat potensi besar tersebut, Luthfi meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk kembali mencari lokasi dan membangun embung-embung baru pada 2026. Tercatat, pada 2025 ada sekitar 10 embung yang dibangun oleh Pemprov Jateng dengan nilai mencapai Rp43 miliar yang tersebar di sejumah kabupaten/kota.

Semakin banyak embung yang dimiliki, maka dapat meningkatkan potensi peningkatan produktivitas padi di Jawa Tengah. Di mana pada tahun 2026 targetnya adalah 9,5-10,5 juta ton.

"2026 kita tingkatkan kembali, karena ini betul-betul mengaktifkan lagi ekonomi rakyat," katanya didampingi Kepala DPUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas terwujudnya Embung Karangjati tersebut. Sebab, embung tersebut sudah dinanti-nanti oleh kelompok tani dan masyarakat sekitar sejak tahun 2017 silam.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait