Budaya Lokal Tegal Tertutup di TNC 2026

Tegal Night Carnival 2026 menuai sorotan karena budaya lokal dinilai kurang tampil. Seniman menilai dominasi musik daul Madura membuat identitas Tegal kurang terlihat.
TEGAL, puskapik.com - Gelaran Tegal Night Carnival atau TNC 2026 yang berlangsung di Jalan Gajah Mada hingga Mayjend Sutoyo, Sabtu 22 Agustus 2026 malam, menuai sorotan dari kalangan seniman dan warga.
Di tengah kemegahan parade bertema 'Harmoni Cahaya Bahari', identitas budaya lokal Tegal dinilai belum tampil kuat.
Seniman Kota Tegal, Muhammad Rudiyanto, menilai dominasi musik daul asal Madura dalam parade tersebut membuat warna khas Tegal kurang terlihat di ruang pertunjukan utama.
"Kalau dilihat, justru yang menonjol itu Daul Madura. Sementara potensi Tegalan hampir tidak tampak. Bahkan bisa dibilang seperti Madura Night Carnival di Tegal," ujar Rudi, Minggu 23 Agustus 2026.
Baca Juga: 393 KK di Kendal Mulai Kesulitan Air Bersih, Distribusi Terus Dilakukan
Rudi menilai, Kota Tegal memiliki kekayaan seni yang beragam, mulai dari balo-balo, kuntulan, sintren hingga gamelan Tegalan, yang semestinya dapat menjadi identitas utama dalam ajang berskala besar seperti TNC.
Menurut Rudi, ruang ekspresi seniman lokal juga perlu diperkuat agar tidak hanya menjadi penonton dalam event yang digelar di daerah sendiri.
"Seniman dan masyarakat Tegal jangan hanya jadi konsumen. Harus jadi pelaku utama dalam panggung budaya kota sendiri," kata Rudi.
Baca Juga: Jalan Utama Bumiayu Ditutup Senin 24 Agustus 2026 Untuk Karnaval, Ini Rute Pengalihannya
Selain sorotan soal identitas budaya, pelaksanaan TNC 2026 juga dikeluhkan warga karena berbarengan dengan Slawi Night Carnival di Kabupaten Tegal.
Kondisi itu membuat sebagian masyarakat harus memilih satu dari dua agenda budaya tersebut.
Warga juga menyoroti dampak lalu lintas akibat penutupan Jalan Gajah Mada hingga kawasan Pacific Mall.
Pengalihan arus dinilai menimbulkan kepadatan di sejumlah jalur alternatif selama kegiatan berlangsung.
TNC 2026 sendiri melibatkan 15 kelompok musik daul dari Madura yang dibagi dalam beberapa segmen parade serta berbagai unsur mulai dari TNI Polri, pelajar, instansi pemerintah hingga pelaku ekonomi kreatif.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono sebelumnya menyebut kegiatan ini sebagai ruang ekspresi kreativitas dan kebanggaan daerah. **


