Bulog Tegal Perketat Pengawasan Kualitas Beras Bantuan hingga Titik Distribusi

Bulog Tegal memperketat pengawasan kualitas beras bantuan pangan, mulai dari gudang hingga titik distribusi. Pemeriksaan dilakukan agar bantuan layak konsumsi dan tepat sasaran.
TEGAL, puskapik.com - Kualitas beras bantuan pangan, menjadi titik krusial yang diawasi ketat oleh Perum Bulog Cabang Tegal.
Pengawasan dilakukan berlapis, mulai dari komoditas tiba di gudang hingga disalurkan ke masyarakat, guna memastikan bantuan yang diterima tetap layak konsumsi dan sesuai ketentuan.
Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman mengatakan, setiap beras yang masuk langsung melalui proses pengecekan kualitas dan kuantitas.
Baca Juga: Rayakan Hari Tani Bersama Serikat Omah Tani, Bupati Batang Janji Pemetaan Beasiswa Anak Petani
Langkah ini menjadi tahapan awal untuk menjaga standar bantuan pangan sebelum didistribusikan.
"Sejak komoditas masuk, kami lakukan pengecekan kualitas dan juga kuantitas," ujar Agung, Kamis 24 September 2026.
Pengawasan tidak berhenti di tahap awal. Selama masa penyimpanan, Bulog melakukan perawatan berkala, untuk menjaga mutu beras agar tetap dalam kondisi baik hingga waktu penyaluran.
Baca Juga: Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran di Pemalang
Menurut Agung, kontrol kualitas ini menjadi bagian penting agar beras tidak mengalami penurunan mutu sebelum sampai ke tangan penerima.
"Pada saat penyimpanan juga dilakukan perawatan kualitas agar tetap terjaga," kata Agung.
Menjelang distribusi, pemeriksaan kembali dilakukan untuk memastikan beras yang akan dibagikan memenuhi standar.
Dalam proses ini, Bulog turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan di masing-masing wilayah, untuk melakukan verifikasi bersama.
"Dengan pengawasan bersama, kualitas dan kuantitas beras bantuan bisa lebih terjaga," ucap Agung.
Selain aspek kualitas, Bulog juga memperkuat koordinasi lintas instansi, untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Proses penyaluran melibatkan pemerintah daerah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan serta mendapat pendampingan dari aparat TNI.
Pendampingan tersebut, kata Agung, dilakukan untuk menjaga ketertiban selama pembagian di titik distribusi, seperti kantor desa dan kelurahan.
"Penyaluran di titik bagi di desa maupun kelurahan kami pastikan berjalan tertib dan tepat sasaran," ujar Agung.
Di tingkat penerima, bantuan beras ini dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan harian.
Salah satu warga Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Ratna Dwi Yanti (44) mengaku menerima bantuan sebanyak 30 kilogram beras.
Ratna menyebut bantuan itu sangat berarti bagi keluarganya, terutama di tengah kebutuhan pokok yang terus berjalan.
"Saya merasa senang dan terbantu dengan adanya bantuan ini," kata Ratna.
Ratna berharap, program bantuan pangan ini dapat terus berlanjut agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan dukungan.
"Saya berharap bantuan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya," ujar Ratna. **