Bulog Tegal Salurkan Bantuan Pangan 30 Kg ke Lebih dari 1 Juta KPM, Serapan Gabah Lampaui Target

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20.21
DKPPP Kota Tegal, melakukan pengecekan kualitas beras di Gudang Bulog Munjung Agung, jelang penyaluran program bantuan pangan. Foto : istimewa
DKPPP Kota Tegal, melakukan pengecekan kualitas beras di Gudang Bulog Munjung Agung, jelang penyaluran program bantuan pangan. Foto : istimewa

Bulog Tegal menyalurkan bantuan pangan tahap II kepada lebih dari 1 juta KPM. Setiap penerima mendapat 30 kg beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

TEGAL, puskapik.com - Perum Bulog Cabang Tegal, akan menyalurkan bantuan pangan tahap II tahun 2026 kepada lebih dari satu juta Keluarga Penerima Manfaat atau KPM di wilayah kerjanya.

Penyaluran mulai dilakukan pekan ini dan akan dimaksimalkan pada pekan depan.

Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman mengatakan, bantuan tersebut mencakup tiga alokasi sekaligus, yakni Juli, Agustus dan September 2026.

Baca Juga: 350 Ibu Hamil Risiko Tinggi di Brebes Selatan Jadi Sasaran Program Kesehatan

Setiap KPM akan menerima beras sebanyak 30 kilogram yang dikemas dalam tiga karung masing-masing 10 kilogram.

"Untuk bantuan pangan ini, kami mendapat penugasan untuk menyalurkan lebih dari satu juta penerima untuk tiga alokasi penyaluran," ujar Agung saat ditemui di Tegal, Kamis 13 Agustus 2026.

Agung menjelaskan, distribusi akan difokuskan hingga tingkat desa, baik di wilayah kota maupun kabupaten, dengan target penyaluran optimal hingga September.

Baca Juga: Razia Prostitusi Satpol PP Pemalang Berujung Sidang, Empat Orang Didenda

Agung berharap, bantuan tersebut dapat menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat penerima hingga akhir tahun, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Selain program bantuan pangan, Bulog juga mengoptimalkan stok beras yang tersedia untuk stabilisasi harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.

Di sisi lain, stok beras Bulog Cabang Tegal tercatat mencapai sekitar 123 ribu ton setara beras.

Jumlah tersebut ditopang hasil serapan gabah dan beras yang telah melampaui 97 ribu ton.

"Stok ini menunjukkan produksi padi yang meningkat sekaligus peran Bulog dalam menjaga harga di tingkat petani," kata Agung.

Agung menambahkan, realisasi penyerapan gabah saat ini telah melampaui target atau menembus lebih dari 100 persen dan masih terus berjalan seiring panen di sejumlah wilayah.

Dengan kondisi tersebut, Bulog memastikan ketersediaan beras untuk kebutuhan bantuan pangan hingga pertengahan tahun depan dalam kondisi aman.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait