Jateng Bidik Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan 2027

Jawa Tengah membidik sektor pariwisata dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi 2027, didukung pengembangan 1.000 desa wisata dan promosi digital.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mulai menggeser mesin pertumbuhan ekonominya.
Setelah fokus di infrastruktur dan ketahanan pangan dalam dua tahun terakhir, sektor pariwisata dan ekonomi syariah diproyeksikan menjadi tulang punggung baru pada 2027.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebut, perubahan arah ini didorong oleh tren positif sektor pariwisata yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tegal Gelar Donor Darah
"Pariwisata akan menjadi prioritas pada 2027," ujar Luthfi dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin 22 Juni 2026.
Data Pemprov Jateng mencatat, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB meningkat dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,74 persen pada 2025. Bahkan, sektor ini tumbuh hingga 10,60 persen pada 2025.
Sejalan dengan itu, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah percepatan, mulai dari pengembangan 1.000 desa wisata, penguatan promosi digital hingga mendorong wisata ramah muslim dan sertifikasi halal bagi produk lokal.
Baca Juga: Liburan Makin Puas! Pemprov Jateng Siapkan Paket Wisata Lintas Daerah Lewat Konsep Aglomerasi
Selain pariwisata, ekonomi syariah juga didorong sebagai ekosistem pendukung yang diharapkan mampu memperluas basis ekonomi masyarakat sekaligus menarik pasar wisatawan muslim.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyatakan kesiapan daerahnya untuk menyelaraskan program pembangunan dengan arah kebijakan provinsi tersebut.
Menurut Dedy Yon, sinergi antar wilayah menjadi kunci agar sektor pariwisata dan ekonomi syariah benar-benar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jawa Tengah. **


