Kayu dan Pipa Penuhi Pantai Larangan Tegal, Diduga Kiriman Banjir Bandang Guci

Pantai Larangan dipenuhi kayu, pipa, dan ikan terdampar, diduga hanyut dari banjir bandang Guci sehari sebelumnya. Warga diminta waspada.
TEGAL, puskapik.com - Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dipenuhi potongan kayu, pipa serta ikan yang terdampar di tepi pantai, Minggu 25 Januari 2026.
Kondisi tersebut diduga kuat merupakan material kiriman dari banjir bandang yang melanda kawasan Obyek Wisata Guci sehari sebelumnya.
Situasi pantai tampak tidak biasa akibat banyaknya material hanyut yang terbawa arus laut.
Baca Juga: Butuh Penataan Wisata Guci, Bangunan Tepi Sungai Gung Hingga Pipa Air Panas
Potongan kayu berbagai ukuran dan pipa terlihat berserakan di sepanjang garis pantai. Bahkan, sejumlah ikan ditemukan terdampar dan dimanfaatkan warga sekitar.
Kondisi tersebut terekam dalam video berdurasi 51 detik yang diunggah akun Instagram @binmaspolairudteko atau Binmas Polairud Polres Tegal Kota.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa cuaca di wilayah perairan Pantai Larangan sedang tidak bersahabat, dengan gelombang laut yang semakin besar disertai tiupan angin kencang.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Banjir Bandang Pulosari Pemalang, Warga Sempat Kira Gunung Slamet Erupsi
"Dengan kondisi cuaca seperti ini, aktivitas di wilayah pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi nelayan dan masyarakat yang berada di sekitar pantai," tulis akun tersebut.
Selain kayu, dalam video juga terlihat pipa berukuran cukup besar yang diduga berasal dari wilayah Guci.
Pipa tersebut terbawa arus laut hingga mencapai Pantai Larangan dan dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir serta membahayakan keselamatan nelayan apabila terdorong lebih jauh ke area perairan.
Dalam video yang sama, tampak warga berbondong-bondong ke tepi pantai untuk mengambil ikan yang terdampak dan terdampar akibat kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Secara umum, situasi Pantai Larangan saat ini berada dalam kondisi siaga.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, gelombang tinggi serta material hanyut yang berpotensi membahayakan keselamatan. **



