Detik-Detik Mencekam Banjir Bandang Pulosari Pemalang, Warga Sempat Kira Gunung Slamet Erupsi

Detik mencekam banjir bandang Pulosari Pemalang, arus coklat bawa kayu dan batu dari Slamet, warga sempat kira erupsi, satu korban ditemukan Sabtu dini hari
PEMALANG, puskapik.com – Rasa takut masih dirasakan warga Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang saat mengenang malam ketika air sungai tiba-tiba meluap ke jalanan hingga terjadi banjir bandang pada Jumat lalu.
Warga menceritakan betapa mencekamnya detik-detik saat arus deras berwarna kecoklatan menerjang, membawa kayu gelondongan dan batu-batu raksasa dari Gunung Slamet.
Sahyono (54), warga Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, mengungkapkan, arus Kali Agung dekat rumahnya mulai terlihat tidak normal sejak Jumat sore. Arus sungai sangat deras dan keruh.
Baca Juga: PDAM Pemalang Pasok Air Bersih ke Wilayah Terdampak Banjir Bandang
Arus sungai yang sangat deras itu juga membawa material dari hulu Gunung Slamet berupa kayi-kayu gelondongan. Debit air pun semakin meningkat, hingga akhirnya terjadi banjir bandang.
"Arus yang besar itu jam dua malam, air mulai naik ke jalan. Ya saya sempat ketakutan, lihat air naik," kata Sahyono saat ditemui puskapik.com di jembatan Kali Agung, Sabtu 24 Januari 2026.
Selain debit air yang meningkat, warga juga sempat dikejutkan dengan suara gemuruh. Sebagian warga bahkan sempat mengira Gunung Slamet mengalami erupsi.
Baca Juga: Desa Penakir Pemalang Porak Poranda Diterjang Banjir Bandang, 10 Rumah Hilang
Namun, suara tersebut ternyata berasal dari benturan batu-batu raksasa yang terbawa arus sungai.
Saat kejadian, Sahyono hanya bisa memantau dari kejauhan sambil memastikan air tidak mendekati rumahnya.



