Kemendikdasmen Bantu TKIT Syi'arul Islam Tegal Perkuat Literasi Anak

Kemendikdasmen serahkan bantuan Rp 15 juta dan buku bermutu ke TKIT Syi'arul Islam Tegal untuk tingkatkan minat baca dan literasi anak usia dini.
TEGAL, puskapik.com - Menumbuhkan minat baca anak usia dini tidak harus dimulai dengan mengajarkan mereka mengeja kata demi kata.
Mengenalkan buku, membacakan cerita dan mengajak anak menikmati kisah di dalamnya, merupakan bagian penting dari proses membangun budaya literasi.
Kebiasaan tersebut menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui bantuan peningkatan mutu pendidikan kepada TK Islam Terpadu Syi'arul Islam di Kota Tegal.
Bantuan berupa uang pembinaan sebesar Rp 15 juta dan buku bacaan bermutu itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, Jumat 23 Oktober 2026.
Hafidz mengatakan, pengenalan literasi perlu dilakukan sejak anak berada di taman kanak-kanak.
Pada tahap ini, anak tidak harus langsung dituntut mampu membaca secara mandiri. Hal yang lebih mendasar ialah membangun ketertarikan mereka terhadap buku dan cerita.
Baca Juga: Empat Perusahaan Siap Tampung Lulusan Pelatihan Mandarin di Kendal
"Kami berharap bantuan ini menjadi stimulan untuk meningkatkan semangat dan motivasi anak agar tumbuh sebagai generasi yang cerdas, unggul dan berkarakter," ujar Hafidz.
Menurut Hafidz, buku bacaan bermutu dapat menjadi sarana bagi guru untuk mengenalkan cerita kepada anak.
Buku-buku tersebut juga diharapkan dapat dipinjamkan agar kegiatan membaca berlanjut di rumah bersama orang tua.
Hafidz berharap, kebiasaan mendongeng dan membacakan cerita kembali tumbuh di tengah keluarga.
Orang tua dapat memanfaatkan buku bacaan yang tersedia maupun cerita lain yang mengandung pesan dan inspirasi bagi anak.
Bagi TKIT Syi'arul Islam, bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan fasilitas dan kegiatan literasi yang telah berjalan di sekolah.
Kepala TKIT Syi'arul Islam Tegal, Zakiyati Falasfiah mengatakan, sekolahnya selama ini memiliki pojok baca.
Dengan adanya bantuan pemerintah, pihaknya berencana mengadakan perpustakaan yang menyediakan lebih banyak pilihan bacaan.
Koleksi yang disiapkan nantinya tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga orang tua.
Sekolah ingin menyediakan buku-buku pengasuhan atau parenting yang dapat membantu keluarga mendampingi perkembangan anak.
"Kami bersyukur sekali dengan bantuan ini karena memang kami merencanakan ada perpustakaan. Selama ini yang kami miliki hanya pojok baca," kata Zakiyati.
Pembiasaan literasi di sekolah tersebut dilakukan, melalui kegiatan membacakan buku dua kali sehari.
Pada pagi hari, guru membacakan cerita bertema pendidikan karakter.
Sebelum anak-anak pulang, kegiatan membaca kembali dilakukan untuk mengenalkan cerita dan membangun ketertarikan terhadap buku.
Sekolah juga mengajak anak membawa pulang buku pilihan setiap Sabtu.
Buku tersebut, dibaca bersama keluarga selama akhir pekan dan dikembalikan ke sekolah pada Senin.
Untuk memantau kebiasaan tersebut, sekolah memiliki program pohon literasi.
"Anak yang membaca buku di rumah bersama keluarga memperoleh tambahan daun pada pohon literasi yang disediakan sekolah," kata Zakiyati.
Zakiyati menilai, proses tersebut penting bagi anak usia dini. Pengenalan huruf dan kemampuan awal berbahasa dapat tumbuh melalui pengalaman mendengarkan cerita, melihat buku, dan berinteraksi dengan bacaan.
Baca Juga: Cor Beton Jalan Pruwatan Brebes Tanpa Besi Pengikat, Pengawas DPU Sebut Sesuai Perencanaan
Pada semester kedua, anak-anak di kelompok TK B juga mendapat kesempatan tampil di depan teman-temannya untuk membacakan buku sesuai kemampuan mereka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh mengatakan, bantuan dari pemerintah pusat diharapkan dapat membantu sekolah melengkapi kebutuhan pembelajaran.
Menurut Dewi, bantuan tersebut diberikan melalui pengajuan.
Pemerintah daerah berharap semakin banyak satuan pendidikan di Kota Tegal yang memperoleh dukungan, baik berupa buku bacaan maupun bantuan dana.
Selain bantuan uang pembinaan kepada satu taman kanak-kanak, Hafidz menjelaskan bahwa dukungan literasi untuk sekolah lain diberikan dalam bentuk buku bacaan bermutu.
Sekolah dasar menerima 200 eksemplar buku, sedangkan sekolah menengah pertama menerima 300 eksemplar.
Sasaran bantuan buku tersebut diprioritaskan pada sekolah dengan indeks literasi yang masih rendah berdasarkan hasil Asesmen Nasional.
Dewi juga menekankan pentingnya membiasakan anak mendengarkan cerita dan berinteraksi dengan buku di rumah.
Orang tua dapat mengambil peran sederhana dengan meluangkan waktu untuk membacakan cerita kepada anak.***
Artikel Terkait

Empat Perusahaan Siap Tampung Lulusan Pelatihan Mandarin di Kendal

Cor Beton Jalan Pruwatan Brebes Tanpa Besi Pengikat, Pengawas DPU Sebut Sesuai Perencanaan

Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
