Kota Tegal Bersiap Menyambut Ribuan Peserta Hari Santri Tingkat Jateng

Kota Tegal menjadi pusat Hari Santri Nasional Jawa Tengah pada 21–22 Oktober 2026, dengan agenda sarasehan, Jateng Bersholawat, upacara, dan ziarah makam Mbah Panggung.
TEGAL, puskapik.com - Jalan Pancasila, Kota Tegal, akan menjadi pusat peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 21-22 Oktober 2026.
Ribuan peserta dijadwalkan menghadiri rangkaian kegiatan yang mencakup sarasehan santri, Tegal Bersholawat, upacara hingga ziarah ke makam Mbah Panggung.
Pemerintah Kota Tegal mulai mematangkan persiapan untuk menyambut agenda tingkat provinsi tersebut, Senin 19 Oktober 2026.
Baca Juga: Bawaslu Kendal Perkuat Pengawasan Berbasis Komunitas, Saka Adhyasta Pemilu Dikukuhkan
Kesiapan tidak hanya menyangkut panggung dan lokasi acara, tetapi juga koordinasi antarlembaga agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, yang akrab disapa Mba Iin, meminta seluruh pihak terkait bekerja sama menyukseskan peringatan tersebut.
Baca Juga: Kompor Gas Menyambar Selang, Kantin SMPN 1 Kaliwungu Kendal Nyaris Dilalap Api
Menurut Mba Iin, kehadiran tamu dari berbagai daerah perlu diantisipasi sejak tahap persiapan.
"Tidak menutup kemungkinan nanti akan dihadiri para kepala daerah atau kepala-kepala OPD yang mewakili," kata Tazkiyyatul dalam rapat persiapan di Ruang Rapat Lantai II Setda Kota Tegal, Senin 19 Oktober 2026.
Mba Iin menilai, Kota Tegal telah terbiasa menyelenggarakan kegiatan berskala besar.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk menyambut peringatan Hari Santri tingkat provinsi, termasuk menyiapkan panggung utama yang menyesuaikan kondisi lokasi.
Mba Iin juga memiliki kedekatan personal dengan kehidupan pesantren.
Mba Iin mengingat pengalamannya saat menempuh pendidikan di pondok pesantren, ketika mengenakan sarung sebagai bagian dari keseharian santri putri.
"Dulu saya di pondok juga pakainya sarung, untuk putri," ujar Mba Iin.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal Firman Hadi menjelaskan, rangkaian peringatan dimulai pada Rabu 21 Oktober 2026 pagi melalui sarasehan santri di halaman Pendopo Ki Gede Sebayu.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu mengangkat tema pencegahan dan penanganan kekerasan di pondok pesantren.
Sarasehan akan menghadirkan nara sumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, khususnya bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren serta Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah.
"Pesertanya berasal dari kalangan santri dan siswa SMA atau SMK," ujar Firman Hadi.
Agenda ini juga dijadwalkan beriringan dengan layanan cek kesehatan gratis dan program Speling atau dokter spesialis keliling.
Pada malam harinya, mulai pukul 19.00 WIB, Jalan Pancasila menjadi lokasi Jateng Bersholawat.
Kegiatan tersebut menghadirkan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf atau Habib Bidin bersama Majelis Azzahir dari Pekalongan, serta KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo API, Magelang.
Jateng Bersholawat mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
Puncak peringatan berlangsung pada Kamis 22 Oktober 2026 melalui upacara Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila.
Upacara dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi sebagai inspektur upacara.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Mbah Panggung.
Artikel Terkait

Bawaslu Kendal Perkuat Pengawasan Berbasis Komunitas, Saka Adhyasta Pemilu Dikukuhkan

Kompor Gas Menyambar Selang, Kantin SMPN 1 Kaliwungu Kendal Nyaris Dilalap Api
![[Editorial] Potret Runtuhnya Relasi Sosial Kita; Dari Rentetan Kasus Pembunuhan dalam Keluarga di Brebes](https://puskapik.com/api/uploads/2026/10/90658edf-9547-4710-aa0d-688bafc5a9f5.webp)
[Editorial] Potret Runtuhnya Relasi Sosial Kita; Dari Rentetan Kasus Pembunuhan dalam Keluarga di Brebes
