Lantik 100 Kepala Sekolah, Wali Kota Tegal Soroti Tradisi Perpisahan Sekolah Mahal

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyoroti maraknya kegiatan perpisahan sekolah yang dinilai semakin berlebihan dan berpotensi membebani orang tua siswa.
TEGAL, puskapik.com - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyoroti maraknya kegiatan perpisahan sekolah yang dinilai semakin berlebihan dan berpotensi membebani orang tua siswa.
Peringatan itu disampaikan Dedy Yon usai melantik 100 kepala sekolah jenjang TK, SD dan SMP di Ruang Adipura, Kompleks Balai Kota Tegal, Senin 16 Maret 2026.
Menurut Dedy Yon, kegiatan perpisahan yang semula hanya bentuk syukuran sederhana kini berubah menjadi acara seremonial yang mahal, lengkap dengan iuran, penyewaan pakaian adat hingga kegiatan wisata.
Baca Juga: Hemat Jutaan Rupiah, Mukhid Boyong Keluarga Pulang Kampung Lewat Mudik Gratis Pemprov Jateng
"Sekarang saya lihat bukan cuma kelulusan. Kenaikan kelas juga dirayakan, tukar kado, makan di restoran. Ini kan jadi budaya yang tidak sehat," kata Dedy Yon.
Dedy Yon mengusulkan, agar kegiatan perpisahan dibuat sederhana atau bahkan digelar secara massal agar tidak menimbulkan kesenjangan di antara siswa.
"Saya minta ada konsep kesederhanaan. Sukarela saja, jangan dipatok. Eranya sudah berubah," tegas Dedy Yon.
Dedy Yon menegaskan, kegiatan wisuda atau perpisahan pada dasarnya tidak difasilitasi oleh sekolah. Biasanya kegiatan tersebut muncul dari inisiatif siswa.
Namun dalam praktiknya, kata dia, kegiatan itu sering berkembang menjadi agenda resmi yang berujung pada pengumpulan iuran dari siswa.
Dedy Yon bahkan menyinggung fenomena kegiatan wisata atau tur yang seluruh biayanya ditanggung siswa.


