Menembus Laga Ketat, Bahari United Tegal Angkat Trofi NCM Cup 4

Selasa, 22 September 2026 | 17.29 WIB
CEO Bahari United, Kota Tegal, Anugerah Dwi Putra, mengangkat trofi NCM Cup 4 Suradadi, Minggu malam 20 September 2026.
CEO Bahari United, Kota Tegal, Anugerah Dwi Putra, mengangkat trofi NCM Cup 4 Suradadi, Minggu malam 20 September 2026. (Foto : istimewa)

Bahari United Tegal menjadi juara NCM Cup 4 Suradadi setelah mengalahkan Sedulur FC Cirebon di final, usai melewati laga ketat sejak babak 64 besar.

TEGAL, puskapik.com - Bahari United, kesebelasan asal Kota Tegal, menutup perjalanan panjang mereka di ajang NCM Cup 4 Suradadi sebagai juara.

Pada partai final yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Suradadi, Kabupaten Tegal, Minggu 20 September 2026, mereka berhasil menundukkan Sedulur FC Cirebon dan memastikan trofi menjadi milik tim kuda hitam tersebut.

Namun, keberhasilan itu tidak datang secara instan. Bahari United harus melewati rangkaian laga ketat sejak fase awal turnamen.

Di babak 64 besar, mereka hanya menang tipis 1-0 atas Amura Pemalang Reborn, tim yang dikenal dominan di berbagai turnamen di wilayahnya.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi, Mba Iin Minta Warga Berani Lapor

Momentum mulai terbangun saat Bahari United melangkah ke babak 32 besar.

Mereka tampil lebih meyakinkan dengan kemenangan 4-1 atas PSSI Jatimulya.

Laju tersebut berlanjut di babak 16 besar dengan kemenangan 3-2 atas Macan Pandawa, salah satu tim kuat dari Cirebon.

Di perempat final, Bahari United kembali menunjukkan ketangguhan dengan menyingkirkan Alcantara FC lewat skor tipis 1-0.

Ujian terberat datang di semifinal saat menghadapi Amry Jaya dari Semarang, tim yang kerap mencuri perhatian karena diperkuat sejumlah pemain ternama.

Pertandingan berlangsung alot dan berakhir tanpa gol hingga waktu normal usai.

Baca Juga: Tangani Korban Tanah Bergerak, Pemkab Brebes Ajukan DSP Rp 8,4 M

Adu penalti pun menjadi penentu, dan Bahari United keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

CEO Bahari United, Anugerah Dwi Putra, mengakui perjalanan timnya tidak mudah.

Sejak awal, mereka harus bersaing dengan klub-klub kuat dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Kami sempat dipandang sebelah mata. Tapi pemain bisa menjawab itu di lapangan," ujar Nugi, sapaan akrab CEO Bahari United.

Nugi menilai, kekuatan mental menjadi pembeda, terutama saat menghadapi tekanan di fase gugur.

Menurut Nugi, konsistensi permainan dan kekompakan tim menjadi kunci hingga akhirnya mampu mencapai partai puncak dan keluar sebagai juara.

Bahari United sendiri diperkuat sejumlah pemain berpengalaman.

Di antaranya eks pemain Liga 1, Nasir Buya, yang pernah membela Dewa United.

Selain itu, ada pula pemain dengan pengalaman Liga 2 seperti Rano dan Wildran, yang sebelumnya memperkuat Persekat Tegal.

"Kombinasi pengalaman dan semangat ini jadi modal utama kami untuk pembuktian," tegas Nugi.***