Parade Teater Kota Tegal Gaungkan Pesan Ngapak Bukan Perundungan

Selasa, 30 Juni 2026 | 19.48
Sekretaris DPMPTSP Kota Tegal, Novi Sumardi, ikut tampil dalam Parade Teater di Taman Budaya Tegal, Minggu 28 Juni 2026.
Sekretaris DPMPTSP Kota Tegal, Novi Sumardi, ikut tampil dalam Parade Teater di Taman Budaya Tegal, Minggu 28 Juni 2026.

Parade Teater Kota Tegal mengangkat tema "Ngapak Bukan Sebuah Perundungan", mengajak masyarakat menghargai dialek ngapak sebagai identitas budaya patut bangga

TEGAL, puskapik.com - Parade Teater Kota Tegal, menjadi panggung penyampaian pesan sosial tentang pentingnya menghargai perbedaan, khususnya dialek ngapak yang selama ini kerap dijadikan bahan candaan hingga perundungan.

Mengusung tema "Ngapak Bukan Sebuah Perundungan", kegiatan yang digagas Yayasan Teater Qi ini digelar di Taman Budaya Tegal, Minggu 28 Juni 2026, dengan menghadirkan pertunjukan teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran publik bahwa bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dihormati.

Baca Juga: Kapolres Tegal Kota Ajak Media Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Ketua Yayasan Teater Qi, Prasetyo Budi Mulyo mengatakan, parade ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus refleksi sosial bagi masyarakat.

"Melalui teater, kami ingin menyampaikan bahwa dialek ngapak bukan bahan olok-olok, melainkan bagian dari jati diri masyarakat Tegal yang harus dijaga dan dibanggakan," ujar Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, pendekatan seni pertunjukan dipilih karena dinilai mampu menyampaikan pesan secara lebih dekat dan menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga: 45 Personel Polres Pekalongan Naik Pangkat, Kapolres: Semakin Tinggi Pangkat, Semakin Besar Tanggung Jawab

Parade ini diikuti empat kelompok teater yang mewakili kecamatan di Kota Tegal, yakni Tera Galur Tukaran dari Kecamatan Tegal Timur, Margarin Teater "Warteg Mendreng" dari Kecamatan Margadana, Teater Galsel dengan lakon "Suara Sing Umpatan" dari Kecamatan Tegal Selatan, serta Teater Kopet dengan lakon "Mblandrang" dari Kecamatan Tegal Barat.

Berbagai lakon yang ditampilkan mengangkat persoalan sosial yang dekat dengan masyarakat, mulai dari stigma terhadap dialek hingga dinamika kehidupan sehari-hari, yang dikemas dalam bahasa teater yang komunikatif dan reflektif.

Keistimewaan parade ini juga terlihat dari keterlibatan masyarakat lintas usia dan latar belakang.

Para pemain berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Bahkan, sejumlah pejabat daerah turut tampil di atas panggung, di antaranya Camat Margadana, Ari Wibowo dan Sekretaris DPMPTSP Kota Tegal, Novi Sumardi.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Seluruh pertunjukan berlangsung dengan gedung yang dipenuhi penonton.

Panitia bahkan beberapa kali membatasi jumlah pengunjung karena kapasitas tempat telah terpenuhi.

Suasana semakin semarak, dengan kehadiran pembawa acara Pilli Glopot serta penampilan Eka Titi Andaryani yang membawakan lagu khas Wong Tegal.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait