Pedagang Pasar Martoloyo Gelar Upacara Kemerdekaan, Panggung Meriah di Tengah Lesunya Pembeli

Senin, 17 Agustus 2026 | 16.42
Pedagang Pasar Anyar Martoloyo, Kota Tegal, mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.
Pedagang Pasar Anyar Martoloyo, Kota Tegal, mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

Sekitar 250 pedagang Pasar Anyar Martoloyo Tegal menggelar upacara HUT ke-81 RI. Di tengah pembeli yang sepi, mereka tetap menjaga kebersamaan dan gotong royong

TEGAL, puskapik.com - Suasana berbeda terlihat di sudut Pasar Anyar Martoloyo, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin 17 Agustus 2026.

Sebuah panggung berhias bunga dengan latar bertuliskan Dirgahayu Republik Indonesia, Pasar Martoloyo Kota Tegal 'Ikhlas, Bersatu dan Bergotong Royong' berdiri rapi, menjadi pusat perhatian para pedagang.

Panggung tersebut bukan untuk hiburan semata, melainkan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti para pedagang pasar.

Baca Juga: Kontainer Langka, Ekspor Sarung Tegal Tersendat di Saat Permintaan Tinggi

Tepat pukul 09.00 WIB, sekitar 250 pedagang yang didominasi mengenakan pakaian bernuansa merah berkumpul mengikuti upacara dengan khidmat.

Kepala Pasar Anyar Martoloyo, Supardi, bertindak sebagai pembina upacara.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar Martoloyo, Heri Rusdarto mengatakan, kegiatan ini mulai digelar sejak tahun 2025 sebagai bentuk rasa syukur para pedagang atas kemerdekaan yang masih bisa dirasakan hingga saat ini.

Baca Juga: Bupati Brebes Sampaikan Pesan Persatuan, Berpakaian Adat Papua Saat Upacara HUT RI

"Ini wujud syukur kami. Meski kondisi pasar sekarang tidak seramai dulu, kami tetap ingin merayakan kemerdekaan dengan kebersamaan," ujar Heri.

Heri mengakui, kondisi pasar tradisional saat ini cenderung mengalami penurunan jumlah pembeli. Fenomena tersebut, kata Heri, terjadi hampir merata di berbagai pasar.

"Kondisi pasar memang berbeda dengan dulu. Hampir merata, setiap pasar sepi pembeli," kata Heri.

Meski demikian, Heri menegaskan kegiatan upacara dan rangkaian peringatan HUT RI ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga sebagai momentum untuk berdoa bersama agar para pedagang tetap diberikan kelancaran rezeki.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba yang diikuti para pedagang, seperti lomba makan kerupuk, karaoke, memindahkan ikan lele hingga memecahkan balon. Seluruh hadiah dalam lomba tersebut berasal dari swadaya dan donatur sesama pedagang.

Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi pedagang yang tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga turut mendukung terselenggaranya kegiatan.

Heri berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh positif, baik bagi generasi muda maupun pengelola pasar lain, untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong serta kecintaan terhadap tanah air.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait