Sekolah di Kota Tegal Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan Anak

Disdikbud Kota Tegal memperkuat edukasi pencegahan kekerasan anak di sekolah melalui TPPKS, sosialisasi, dan kolaborasi dengan DPPKBP2PA.
TEGAL, puskapik.com - Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tegal, mendorong penguatan edukasi di lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud setempat menilai, peran sekolah menjadi salah satu kunci dalam upaya pencegahan.
Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh, menjelaskan bahwa penanganan kasus dilakukan melalui kolaborasi dengan DPPKBP2PA.
Menurut Dewi, pihaknya berperan dalam mendampingi anak sebagai peserta didik, sementara tindak lanjut seperti pendampingan psikolog dilakukan oleh OPD terkait.
Baca Juga: Menembus Laga Ketat, Bahari United Tegal Angkat Trofi NCM Cup 4
"Karena anak tersebut siswa sekolah, maka kami melakukan pendekatan melalui sekolah, termasuk kepada keluarganya," ujar Dewi, usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPRD Kota Tegal, Selasa 22 September 2026.
Dewi berharap, kepala sekolah dapat melakukan pendekatan langsung kepada keluarga korban, sehingga anak mendapatkan perlakuan khusus selama proses pemulihan.
"Harapannya ada pendekatan ke keluarga, sehingga anak mendapatkan perhatian khusus," kata Dewi.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi, Mba Iin Minta Warga Berani Lapor
Dalam upaya pencegahan, setiap satuan pendidikan juga telah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan atau TPPKS, mulai dari jenjang SD hingga SMP.
Melalui tim tersebut, sekolah secara rutin memberikan penyuluhan kepada siswa.
"Setiap sekolah sudah ada TPPKS. Sosialisasi dilakukan oleh kepala sekolah bersama tim," ujar Dewi.
Dewi menambahkan, pihaknya juga berencana menggandeng DPPKBP2PA untuk memperluas sosialisasi ke seluruh sekolah, termasuk melalui kegiatan pembiasaan pagi.
Menurut Dewi, penyampaian materi dapat dilakukan dengan cara yang lebih ringan dan mudah dipahami anak, seperti melalui dongeng atau kegiatan interaktif.
"Intinya untuk menghindari, karena sekarang korbannya tidak hanya perempuan, laki-laki juga," ujar Dewi.***