Seleksi Lomba Wirausaha Muda Pemula Tegal Diperketat

Senin, 28 September 2026 | 20.18 WIB
Tim juri melakukan survei lapangan terhadap salah satu peserta lomba Wirausaha Muda Pemula 2026 Kota Tegal, Senin 28 September 2026.
Tim juri melakukan survei lapangan terhadap salah satu peserta lomba Wirausaha Muda Pemula 2026 Kota Tegal, Senin 28 September 2026.

Pemkot Tegal memperketat seleksi Wirausaha Muda Pemula 2026 melalui verifikasi lapangan terhadap 12 peserta untuk memastikan usaha berjalan dan berdampak ekonomi.

TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal mulai memperketat proses seleksi Lomba Wirausaha Muda Pemula atau WMP 2026 dengan menurunkan tim juri untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan usaha yang diikutkan benar-benar berjalan, berkembang, dan memiliki dampak ekonomi di lingkungan sekitarnya.

Sebanyak 12 pelaku usaha muda dinyatakan lolos dari tahap seleksi administrasi dan penilaian video.

Mereka kini memasuki tahap survei lapangan yang dilaksanakan pada Senin 28 September 2026 oleh dua tim juri.

Baca Juga: Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal, Zulaefa Alfi Azmiati mengatakan, tahapan verifikasi menjadi kunci untuk melihat kualitas usaha peserta secara faktual, tidak hanya berdasarkan dokumen.

"Di tahap ini kami melihat langsung bagaimana usaha itu dijalankan, mulai dari manajemen, proses produksi hingga dampaknya terhadap lingkungan sekitar," ujar Ati.

Adapun 12 peserta yang lolos terdiri dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, jasa, hingga konveksi, yakni Nam.ngemil, Roti Bakar Rindu, Buah Segar ANA Barokah, Nasi Goreng Nakula Tegal, Linuwih Konveksi, Jakwir Tampan Barbershop, Nana Jaya Snack and Food, Nailash Beauty, Pinzz Restore, Risol Nyeam’s, Fazza Snack serta Rumah Lulur Spa Asri.

Keberagaman bidang usaha tersebut menunjukkan dinamika kewirausahaan pemuda di Kota Tegal yang tidak lagi terbatas pada sektor konvensional, tetapi mulai merambah layanan kreatif dan berbasis kebutuhan pasar lokal.

Baca Juga: Rancangan APBD Kabupaten Tegal 2027 Fokus Akselerasi Infrastruktur Dasar

Salah satu peserta, Nadia Atik Malicha (23), mengembangkan usaha kuliner rumahan Nam.ngemil sejak 2022.

Berawal dari berjualan risol, Nadia kemudian mengembangkan produk dimsum mentai yang kini menjadi andalan usahanya.

"Awalnya saya jualan risol, lalu berkembang ke dimsum karena peminatnya lebih banyak," kata Nadia.

Usaha tersebut menyasar berbagai segmen, mulai dari anak-anak hingga dewasa dengan harga terjangkau.

Dalam satu bulan, Nadia mampu meraih omzet laba sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta.

Nadia juga melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja serta membuka peluang reseller.

Ke depan, Nadia berencana mengembangkan produknya dalam bentuk makanan beku atau frozen food, untuk memperluas jangkauan pasar.

Peserta lain, Rizki Tanza, mengembangkan Linuwih Konveksi sejak 2024 dengan fokus pada penyediaan apparel bagi pelajar dan organisasi.

Produk yang dihasilkan meliputi pakaian dinas harian atau PDH, kaos, jersey hingga buku tahunan atau yearbook.

Setiap bulan, usaha tersebut mampu mencatat omzet Rp 30 juta hingga Rp 60 juta.

Baca Juga: Warga Binaan Lapas Plantungan Diperkuat Pemahaman Hukum Sebelum Bebas

Rizki mengatakan, ide usaha berangkat dari pengalamannya berorganisasi dan melihat kebutuhan seragam yang cukup tinggi di kalangan pelajar.

"Pasar pelajar itu punya kebutuhan rutin, tetapi belum banyak konveksi yang benar-benar fokus membangun hubungan dengan organisasi," ujar Rizki.

Selain produksi, Linuwih juga mengembangkan skema kolaborasi dengan Forum OSIS Kota Tegal, melalui program bagi hasil, sekaligus mendukung kegiatan pelajar seperti pelatihan public speaking yang didanai secara mandiri.

Melalui tahapan seleksi berjenjang ini, Pemerintah Kota Tegal tidak hanya berupaya memberikan penghargaan, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan pemuda yang lebih terarah.

Program WMP diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha muda yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Tahapan selanjutnya adalah penilaian akhir dalam grand final yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 untuk menentukan wirausaha muda terbaik tingkat Kota Tegal tahun ini. ***

Artikel Terkait