Serapan Pupuk Bersubsidi di Tegal Capai 81 Persen, Petani Diminta Segera Tebus Sisa Alokasi

TEGAL, puskapik.com - Serapan pupuk bersubsidi di wilayah Kota dan Kabupaten Tegal terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi penebusan pupuk bersubsidi tercatat mencap...
TEGAL, puskapik.com - Serapan pupuk bersubsidi di wilayah Kota dan Kabupaten Tegal terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi penebusan pupuk bersubsidi tercatat mencapai 81 persen dari total alokasi, sementara pupuk organik bahkan menembus 92 persen.
Data PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebutkan, total pupuk bersubsidi yang sudah ditebus petani di Tegal mencapai 30.647 ton dari alokasi 37.906 ton.
Rinciannya, pupuk urea terserap 16.956 ton (77 persen) dan NPK sebanyak 13.461 ton (86 persen). Adapun pupuk organik sudah terserap 230 ton dari alokasi 250 ton.
General Manager Region 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan, mengapresiasi capaian tinggi tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan meningkatnya kesadaran petani di Tegal dalam menerapkan praktik pemupukan berimbang.
"Kami mengapresiasi serapan pupuk di Tegal, terutama pupuk organik yang mencapai 92 persen. Ini bukti petani Tegal semakin sadar pentingnya menjaga kesuburan tanah untuk pertanian berkelanjutan," ujar Ihwan saat di Tegal pada Selasa 14 Oktober 2025.
Masih Ada Petani Belum Tebus Pupuk
Meski capaian sudah tinggi, masih ada sebagian petani yang belum menebus pupuk bersubsidi, baik di Kabupaten maupun Kota Tegal.
Berdasarkan data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK, dari 395 petani terdaftar di Kota Tegal, masih ada 75 orang yang belum melakukan penebusan.
Sementara di Kabupaten Tegal, dari 62.150 petani terdaftar, masih terdapat 16.761 petani masih belum menebus pupuk subsidi yang menjadi hak mereka.
Sementara itu, Sales Manager Region 2B Pupuk Indonesia, Jeff Narapati mengimbau petani yang belum menebus agar segera memanfaatkan sisa alokasi tersebut.
"Stok di tingkat distributor dan pengecer resmi masih aman. Petani bisa segera menebus pupuk menggunakan Kartu Tani atau KTP agar alokasi tidak hangus di akhir tahun," jelas Jeff.
Saat ini, stok pupuk bersubsidi di gudang wilayah Tegal, termasuk Gudang Purwahamba dan Prupuk, tercatat mencapai 5.304 ton, terdiri dari urea 3.393 ton, NPK 1.790 ton dan pupuk organik 121 ton.
Sebagai anak usaha Pupuk Indonesia yang bertanggung jawab mendistribusikan pupuk urea di Tegal, PT Pupuk Kujang Cikampek menegaskan komitmennya menjaga produksi agar kebutuhan petani tetap terpenuhi.
SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, menyebut langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Produktivitas tanaman akan tinggi jika tanah sehat. Karena itu, pemupukan berimbang antara urea dan pupuk organik harus terus digalakkan. Kami memastikan suplai urea untuk petani Tegal tetap aman," kata Ade. **



