Tanggul Ketiwon Kritis, DPRD Kota Tegal Dorong Perbaikan Lanjutan Tahun 2027

Jumat, 5 Juni 2026 | 08.12
Komisi III DPRD Kota Tegal, meninjau kondisi tanggul Sungai Ketiwon, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kamis 4 Juni 2026.
Komisi III DPRD Kota Tegal, meninjau kondisi tanggul Sungai Ketiwon, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kamis 4 Juni 2026.

Komisi III DPRD Kota Tegal meninjau tanggul Sungai Ketiwon. Perbaikan di Jalan Irian telah rampung, sedangkan tanggul di Jalan Surabayan masih kritis.

TEGAL, puskapik.com - Komisi III DPRD Kota Tegal, meninjau langsung kondisi tanggul Sungai Ketiwon di sejumlah titik, Kamis 4 Juni 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan perbaikan dari PSDA Provinsi Jawa Tengah, sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang masih membutuhkan penanganan segera.

Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di Jalan Irian, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.

Baca Juga: Polisi Tolong ODGJ Sakit Tergeletak di KWK Petarukan Pemalang

Di titik ini, perbaikan tanggul yang sebelumnya didorong Komisi III telah rampung dikerjakan menggunakan anggaran 2026.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Jalan Surabayan, masih di wilayah yang sama.

Di lokasi ini, kondisi tanggul dinilai jauh lebih mengkhawatirkan.

Baca Juga: Stok Pupuk di Tegal Aman untuk Musim Tanam, Pupuk Indonesia Jamin HET Stabil

Struktur tanggul dilaporkan hanya tersisa sekitar satu meter dari bibir sungai, sehingga berpotensi mengalami pengikisan lebih lanjut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Nur Fitriani menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya pengawasan sekaligus dorongan yang telah disampaikan sebelumnya kepada pihak PSDA.

"Perbaikan di Jalan Irian sudah selesai dan itu patut kita apresiasi. Namun memang masih ada beberapa titik yang perlu perhatian lanjutan," kata Ani.

Ani menyebutkan, pekerjaan di Jalan Irian, mencakup panjang sekitar 40 meter dengan estimasi anggaran mencapai Rp 500 juta.

Terkait kondisi di Jalan Surabayan, Ani menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah.

Menurut Ani, jika tidak segera ditangani, kondisi tanggul yang semakin menipis bisa berdampak pada keselamatan lingkungan sekitar, termasuk permukiman warga.

"Kondisinya sudah sangat kritis. Tinggal satu meter, ini berisiko besar jika terus tergerus. Kami akan kembali mendorong agar perbaikan bisa masuk prioritas pada tahun 2027," tegas Ani.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait